Mutiah, salah satu korban tewas, ditemukan di reruntuhan pasir dan batu cadas setelah evakuasi berlangsung selama 5 jam, Sabtu (16/7/2011) malam. Posisi perempuan yang sehari-hari berprofesi sebagai penambang batu itu, tengkurap.
M Kadar, suami korban, tak bisa menahan emosi. Begitu melihat istrinya diangkat, di tengah kerumunan warga, ia langsung lemas. Beberapa warga menggendongnya ke tempat aman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, tiga korban lainnya, yakni Sugimin, Umi, dan Ihwani, hingga saat ini belum ditemukan. Warga menghentikan pencarian karena kondisi sudah larut. Pencarian akan dilanjutkan besok sambil menunggu alat berat.
Bukit setinggi 20 meter di Desa Mrisi (sebelumnya tertulis Mliwis), Kecamatan Tanggungharjo, Grobogan, tiba-tiba longsor sekitar pukul 16.30 WIB, Sabtu (16/7). Sejumlah penambang batu yang tengah bekerja sempat meloloskan diri, namun empat lainnya terjebak. Selain itu, dua truk juga ikut tertimbun.
Tak diketahui pasti penyebab kejadian itu. Namun diperkirakan, getaran saat penambangan berlangsung, turut berperan. Pasalnya, tanah dan batu cadas atau kapur, dikenal rapuh sehingga mudah runtuh.
(try/lrn)










































