Rumah Polisi di Bima Diteror Bom Buku, 4 Gadis Bercadar Diamankan

Rumah Polisi di Bima Diteror Bom Buku, 4 Gadis Bercadar Diamankan

- detikNews
Sabtu, 16 Jul 2011 19:54 WIB
Mataram - Rumah Brigadir Polisi Mulyadin, di Kampung Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima, NTB diteror bom buku Minggu (16/7/2011). Bom diledakkan satuan Gagana Brimob Bima. Empat orang gadis bercadar berusia 18 tahun, yang diidentifikasi sebagai pelaku, telah diamankan.

Sofian As'ary, warga setempat yang berada di lokasi kejadian dihubungi detikcom dari Mataram mengatakan, pukul 15.30 wita, anak Brigadir Mulyadin melihat tiga perempuan bercadar masuk pekarangan rumahnya dan meletakkan sebuah kantong berisi buku tebal di dekat tangga rumah. Rumah Mulyadin adalah rumah panggug terbuat dari kayu. Satu perempuan bercadar lainnya berada di luar pekarangan.

Melihat itu, sang anak memberitahu orang tuanya. Namun empat perempuan bercadar itu melarikan diri, dan menghilang di perkampungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat sebuah buku tebal dan mencurigakan, warga lalu berinisiatif melaporkan benda mencurigakan itu pada polisi. Rumah Mulyadin hanya berjarak 75 meter dari Polsek Asakota, tempatnya berdinas sehari-hari.

Satu setengah jam kemudian Tim Gegana Brimob Bima tiba di lokasi. Benda mencurigakan itu lalu diledakkan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
Penyisiran Tim Gegana di tempat kejadian juga tidak menemukan benda mencurigakan lain.

"Serpihan buku yang telah diledakkan dibawa Gegana," kata Sofian.

Kapolresta Bima, AKBP Kumbul Kusdwijanto yang dihubungi terpisah mengatakan, pihaknya menerima laporan benda mencurigakan itu dari warga. "Empat orang telah kami amankan untuk dimintai keterangan. Semuanya perempuan. Masih remaja. Usianya sekitar 18 tahun," katanya.

Polisi, kata Kumbul, masih mendalami motif empat perempuan ini. Empat perempuan itu diamankan di rumah mereka, yang berdekatan dengan rumah Brigadir Mulyadin, berjarak 10 meter. Empat perempuan itu dimintai keterangan di Mapolresta Bima.

Sementara dipastikan, dua dari perempuan bercadar itu adalah bersaudara. Sementara dua lainnya bertetangga. Dari rumah empat perempuan ini, polisi mengamankan beberapa cadar dan jubah perempuan, termasuk sebuah tas.

Kejadian ini sempat menggemparkan warga kampung. Lokasi kejadian yang berada di pinggir jalan dipadati warga.

(lrn/lrn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads