Sofian As'ary, warga setempat yang berada di lokasi kejadian dihubungi detikcom dari Mataram mengatakan, pukul 15.30 wita, anak Brigadir Mulyadin melihat tiga perempuan bercadar masuk pekarangan rumahnya dan meletakkan sebuah kantong berisi buku tebal di dekat tangga rumah. Rumah Mulyadin adalah rumah panggug terbuat dari kayu. Satu perempuan bercadar lainnya berada di luar pekarangan.
Melihat itu, sang anak memberitahu orang tuanya. Namun empat perempuan bercadar itu melarikan diri, dan menghilang di perkampungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu setengah jam kemudian Tim Gegana Brimob Bima tiba di lokasi. Benda mencurigakan itu lalu diledakkan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
Penyisiran Tim Gegana di tempat kejadian juga tidak menemukan benda mencurigakan lain.
"Serpihan buku yang telah diledakkan dibawa Gegana," kata Sofian.
Kapolresta Bima, AKBP Kumbul Kusdwijanto yang dihubungi terpisah mengatakan, pihaknya menerima laporan benda mencurigakan itu dari warga. "Empat orang telah kami amankan untuk dimintai keterangan. Semuanya perempuan. Masih remaja. Usianya sekitar 18 tahun," katanya.
Polisi, kata Kumbul, masih mendalami motif empat perempuan ini. Empat perempuan itu diamankan di rumah mereka, yang berdekatan dengan rumah Brigadir Mulyadin, berjarak 10 meter. Empat perempuan itu dimintai keterangan di Mapolresta Bima.
Sementara dipastikan, dua dari perempuan bercadar itu adalah bersaudara. Sementara dua lainnya bertetangga. Dari rumah empat perempuan ini, polisi mengamankan beberapa cadar dan jubah perempuan, termasuk sebuah tas.
Kejadian ini sempat menggemparkan warga kampung. Lokasi kejadian yang berada di pinggir jalan dipadati warga.
(lrn/lrn)











































