"Ya belum tahu mereka meneruskan sekolah atau tidak," kata transmigran asal Blitar, Jawa Timur, Supari (45) kepada wartawan di rumah penampungan di Jl Rajawali Dalam I No 06, Samarinda, Sabtu (16/7/2011) sore.
Menurut Supari, belum ada rencana juga dari pemerintah untuk memulangkan kembali ke daerah asal mereka masing-masing.
"Ya sementara, seperti-seperti ini saja. Belum tahu lagi ke depannya. Karena katanya (pemerintah) tidak ada dana untuk relokasi atau pemulangan kita," sebut Supari.
Supari juga menjelaskan para transmigran sudah menyetorkan Rp 50.000 untuk pembuatan KTP perorang. "Tapi hampir setahun ini, KTP nggak pernah selesai," keluh Supari.
Pengamatan detikcom, selain anak-anak usia sekolah, rumah penampungan tersebut juga dihuni sejumlah balita. Hingga Sabtu (16/7/2011) sore, sebagian dari mereka berkeinginan pulang kembali ke Jawa.
"Ada yang nekat pulang. Mungkin menumpang kapal laut. Itu pun kalau punya uang. Kalau tidak, ya di sini saja," sebut Supari.
(gus/gus)











































