"UKP4 sebagai unit resmi tentu digunakan sebagai bahan untuk evaluasi. Tentu pertimbangan yang objektif yang rasional untuk melakukan itu (reshuffle)," ujar Wakil Sekjen PD, Saan Mustofa.
Hal itu ia sampaikan di sela-sela kedatangannya ke kediaman Ketua Umum PD Anas Urbaningrum di Jl Semangka Blok C/7, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (16/7/2011). Saan tengah menghadiri acara syukuran khitanan putra Anas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu tergantung Presiden. Kalau nilainya bagus tentu akan dipertahankan karena kita punya kepentingan. Meskipun ada konflik politik, tapi jika tidak bagus ya tidak," katanya.
Menjelang dua tahun usia Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, isu mengenai reshuffle kabinet kembali menyeruak. Desas-desus yang beredar di sejumlah petinggi parpol anggota koalisi menyebutkan, reshuffle akan dilakukan paling cepat setelah Idul Fitri tahun ini.
"Kelihatannya yang kali ini serius. Waktunya setelah lebaran," ujar seorang petinggi parpol anggota koalisi kepada detikcom, Jumat (15/7/2011) kemarin.
Menurutnya, sudah ada komunikasi antara Presiden SBY dengan pimpinan parpol yang kadernya di kabinet hendak diganti. Maka bila ada seorang menteri berasal dari parpol yang dicopot, maka sang pengganti tetap kader dari parpol bersangkutan.
"Itu sudah kesepatakan awal. Kalau Presiden mau ganti menteri dari parpol, maka dikomunikasikan terlebih dahulu ke parpol bersangkutan. Sebaliknya bila ada parpol yang mau mengganti kadernya di kabinet, ya akan bicara juga ke presiden," paparnya.
(adi/nik)











































