Acara launching dilakukan di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Di Jl Cik Ditiro, Yogyakarta, Sabtu (16/7/2011). Buku setebal 472 halaman yang merupakan disertasi Busyro ini diterbitkan oleh Pusat Studi HAM UII.
Hadir dalam acara ini penulis buku Busyro Muqoddas, mantan Kepala BIN AM Hendro Priyono, sekretaris umum PP Muhammadiyah Agung Danarto, anggota Komisi Yudisial Suparman Marzuki dan kepala MPM Muhammadiyah Said Tuhuleley.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Contohnya di Amerika Serikat, CIA itu menangani luar negeri sedang dalam negeri atau internal FBI," katanya.
Karena masih adanya pembagian kerja yang masih rancu itu bisa memunculkan peluang bermain dalam kekuasaan. Soal Komando Jihad (Koji) yang muncul pada tahun 1980-an Hendropriyono mengaku tidak terlalu banyak mengetahui karena masih bertugas sebagai anggota Koppasus di Timor Timur. Dirinya baru tahu soal itu dari surat kabar.
"Saya baru bersentuhan setelah masuk jadi asintel kodam jaya sampai kasus Lampung," katanya.
Menurut dia berdasarkan pengalamannya di dunia intelijen, dia tidak sependapat dengan tulisan Busyro yang menyatakan ada rekayasa atau campur tangan pemerintah (Ali Murtopo) dalam kasus komando jihad.
"Prinsip intelijen itu cepat, tepat dan jujur kalau ada rekayasa itu bukan prinsip intelijen," katanya.
(bgs/mpr)











































