Kedua korban yang selamat tersebut, masing-masing Zulbasri (52) yang merupakan kapten kapal, serta Susyamto (53) yang merupakan petugas patroli. Keduanya sempat dirawat di RSU Grand Medistra, Lubuk Pakam, Deli Serdang, sebelum dirujuk ke Columbia Asia di Jl. Listrik, Medan.
Mereka tiba di Columbia Asia sekitar jam 01.30 WIB dengan menggunakan ambulance. Selanjutnya, dokter yang telah menunggu melakukan langkah-langkah medis dalam merawat luka-luka yang dialami keduanya.
Susyamto termasuk cukup parah kondisinya. Dia menderita luka bakar hingga 30 persen, terutama di bagian wajah, leher dan tangan. Sedangkan Zulbasri menderita luka bakar sekitar lima persen di bagian pinggang.
"Tadi dibersihkan lukanya, dan diberikan obat pereda nyeri," kata Dokter Edi yang merawat kedua korban di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Columbia Asia.
Kedua korban selamat ini belum bisa memberikan keterangan kepada wartawan tentang upaya mereka menyelamatkan diri. Namun berdasarkan keterangan petugas Pos Keamanan Laut (Kamla) Pantai Labu, Sersan Kepala (Serka) N. Manurung yang menyelamatkan kedua korban bersama sejumlah nelayan, kedua korban ditemukan tak jauh dari lokasi kapal terbakar itu dan tengah berenang dalam upaya menyelamatkan diri, Jumat (15/7/2011) malam setelah Kapal Patroli Bea Cukai nomor 15001 terbakar dan meledak.
(rul/mad)











































