Calon Independen Berpeluang Maju dalam Pilgub DKI 2012

Calon Independen Berpeluang Maju dalam Pilgub DKI 2012

- detikNews
Jumat, 15 Jul 2011 21:50 WIB
Jakarta - Pengamat politik Ari Sujito menilai, calon independen berpeluang maju dalam pemilihan gubernur (pilgub) DKI 2012 mendatang. Cagub perwakilan parpol kurang diminati karena kepercayaan masyarakat terhadap perpol menurun.

"Dalam politik serba mungkin, yang penting berani. Gerakan (calon independen) di Jakarta ini sebenarnya berpeluang, cuma resolusinya suka berhenti di tengah jalan," ujar Ari Sujito kepada wartawan usai diskusi 'Mewujudkan Perubahan Nasional Melalui Momentum Pilkada DKI' di Kedai Daya Rasa, Jl Gandaria Tengah II, Kebayoran Baru, Jaksel, Jumat (15/7/2011).

Ari mengatakan, ketidakpercayaan publik terhadap partai politik harus dimanfaatkan untuk mengorganisir kekuatan yang lebih besar. "Jakarta punya harapan untuk itu, kita punya media yang banyak," katanya

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, dalam pilgub sebelumnya, partai politik mengusungkan nama-nama calon dari partai masing-masing. Namun menurutnya, tidak ada parpol yang meraih kepercayaan masyarakat.

"Tapi tidak ada branded yang meyakinkan masyarakat, sehingga harus ada gerakan yang besar untuk bisa mengimbangi oligarki mereka," ujarnya.

Kekuatan cagub dari parpol ini tentunya akan menjadi tantangan bagi calon independen. Untuk itu, calon independen harus mencari dukungan dari orang-orang yang sudah tidak memiliki kepercayaan terhadap parpol atau golongan putih (golput).

"Betul, saya prediksi pemilih akan menurun kalau nggak ada calon independen.
Makanya golput ini harus diolah menjadi kekuatan. Golput ini terjadi bukan mereka tidak mau memilih tapi karena mereka bosan dengan kelakuaan partai," jelasnya

Ari melanjutkan, yang harus dilakukan sekarang adalah melakukan pengelompokkan ulang dan melakukan pembaharuan. Kendati masyarakat masih ragu, calon independen harus meyakinkan pemilih.

"Itu kan tantangan dan PR buat kita meyakinkan publik. Kita harus meruntuhkan rezim oligarki karena itu sudah merusak," kata dia.

Ia menambahkan, masyarakat harus berani membuat gebrakan, salah satunya dengan mencalonkan dari calon independen. Banyaknya money politik dan pragmatisme membuat kepercayaan masyarakat terhadap parpol menurun.

"Mungkin ini akan menjadi pengalaman berharga bagi kota-kota lain kalau berhasil. Studi saya menunjukan reformasi di daerah mungkin dilakukan apabila dilakukan pemimpin karena birokrasi kita ini parah. Kalau kita nggak menemukan pemimpin melalui proses yang baik, tidak akan ada perubahan," tutupnya.

(mei/mei)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini