Arsyad Diperlihatkan 6 Surat Misterius Oleh Penyidik

Surat Palsu MK

Arsyad Diperlihatkan 6 Surat Misterius Oleh Penyidik

- detikNews
Jumat, 15 Jul 2011 20:42 WIB
Jakarta - Mantan hakim MK Arsyad Sanusi diperiksa selama 11 jam dan dicecar 20 pertanyaan. Arsyad diperlihatkan 6 surat oleh penyidik yang tidak pernah dilihatnya selama menjadi Hakim MK.

"Ada 6 surat. Dari MK maupun KPU yang sama sekali tidak pernah saya lihat," ujar Arsyad usai diperiksa di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat (14/7/2011).

Arsyad merasa dirinya tidak pernah diperlihatkan dan tidak pernah dibacakan 6 surat itu oleh MK. Dia bertanya kepada MK mengapa hal itu dilakukan sehingga merasa dirinya telah dizalimi.

"Sehingga saya ini yang dapat fitnah, kezaliman dari MK. Mengapa tidak diperlihatkan kepada saya?" tegasnya.

Arsyad menyebut 6 surat itu adalah dua surat permohonan KPU ke MK, dua surat balasan MK ke KPU, satu surat pembetukan tim investigasi internal dan 1 surat investigasi internal.

"Berarti 6 surat. Selama kurang lebih 2 tahun hasilnya tidak pernah diberitahukan kepada saya," ungkapnya

Karena selama 2 tahun itu Arsyad merasa dibohongi oleh MK. Dia baru tahu soal tim investigasi dan hasilnya saat di panja mafia pemilu di DPR.

"Saya bersidang sama-sama, bergembira sama-sama, nonton bareng, nggak ada, nggak tahu. Di hadapan panja saya baru tahu, saya kaget setelah pulang dari umroh," paparnya.

"Anda menilai bagaimana perlakuan terhadap mantan negarawan. Tapi sekarang saya menjadi hamba Allah, rakyat jelata," ungkapnya.

Jadi internal tidak memprlihatkan?

"Tidak ada, kecuali tim penyidik memperlihatkan kepada saya," jawabnya.

Arsyad membantah jika dikatakan dirinyalah yang membuat konsep surat palsu MK. Namun dia tidak membantah bahwa dia memberi masukan kepada Masyuri Hasan terkait surat jawaban MK atas pertanyaan KPU.

"Ketemu Masyuri Hasan hanya memberi advise," jelasnya.

"Kalau soal Rara, Masyuri menawarkan mengantar Rara pulang ke apartemen. Itu saja, sekali, bukan lima kali," kata Arsyad.

(mpr/mad)


Berita Terkait