Kantor BSDMI P2ED RI Pajang Cenderamata dari Istana

Kantor BSDMI P2ED RI Pajang Cenderamata dari Istana

- detikNews
Jumat, 15 Jul 2011 17:25 WIB
Kantor BSDMI P2ED RI Pajang Cenderamata dari Istana
Jakarta - Rupanya, Badan Sumber Daya Manusia Indonesia Pemerhati Pengembangan Ekonomi Daerah Republik Indonesia (BSDMI P2ED RI) memiliki kantor di sebuah apartemen elit, di kawasan Senen Jakarta Pusat. Lembaga yang sedang diterpa isu karena dituding mencatut nama 'istana' juga memiliki kantor lain di Gedung Perintis Kemerdekaan, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat.

Hari ini, Jumat (15/7/2011), detikcom menghampiri kantor pimpinan Irwannur Latubual, di Oasis Tower, Jl Senen Raya, Jakarta Pusat. Kantor yang bertempat di lantai 14 tersebut dijaga seorang ajudan persis di depan pintu masuknya. Kantor tersebut juga dipenuhi lukisan-lukisan alam, sekitar 6 orang karyawan pun terlihat sibuk dengan laptopnya masing-masing.

Memasuki ruangan Irwannur, foto Presiden SBY dan Wapres Boediono pun terpampang mengapit lambang Garuda. Ornamen cenderamata dari istana juga berdiri tegak di meja Irwannur. Cinderamata itu, berbentuk piagam yang tertulis 'Istana Kepresidenan' dan di bawah tulisan tersebut terpajang nama Irwannur lengkap dengan gelarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun suasana tersebut berbeda dengan kantor BSDMI P2ED RI yang terletak di Gedung Perintis Kemerdekaan. Kantor yang menempati lantai 5 gedung tua itu, tampak lengang. Ruangan- ruangan pun tertutup rapat dan jendela-jendela ruangan juga ditutup tirai.

Saat detikcom ke sana, seorang staff wanita dengan baju batik menyambut. Staf tersebut mengatakan suasana kantor ini nampak lenggang dan tertutup karena menjelang jam salat Jumat dan jam makan siang.

"Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, makanya ruangan-ruangan dikunci," terang karyawan yang bernama Yuli itu.

Organisasi ini sempat ramai dibicarakan di Riau terkait dugaan penipuan penerimaan PNS. Organisasi ini memakai lambang Garuda di kop suratnya. Organisasi ini dikenal dekat dengan sejumlah bupati di sana. Bahkan setiap acara di Riau dikawal polisi dan tentara.

Bos organisasi itu, E Irwannur Latubual, ngotot menyebut mereka masih dalam proses pembentukan.

"Ya saya maklumi, Pak Julian Pasha kan sibuk, dan kita pun masih dalam proses. Saya juga tidak pernah mengaku sebagai staf khusus apalagi lembaga kepresidenan," jelas Irwannur.

"Per bulan Juni 2011 sedang dalam tahap pembahasan untuk sinkronisasi dengan tata kerja kementerian departemen dan non departemen RI," lanjut Irwannur.


(gah/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads