Menurut seorang warga yang enggan disebutkan namanya, orang dari lembaga BSDMI menjanjikan orang-orang untuk direkrut menjadi PNS pada bulan Agustus 2011. Jika SK PNS telah dikeluarkan dari Men PAN, maka mereka wajib membayar uang sebesar Rp 150 juta.
"Saya punya keluarga yang sudah masuk dalam anggota BSDMI tersebut lewat suami. Suami saya ini mengurus adik dan keluarganya untuk bisa menjadi PNS. Mereka sudah bayar uang administrasi, dan kalau nanti sudah terima SK PNS bulan Agustus, mereka harus setor uang Rp 150 juta," kata sumber itu, Jumat (15/7/2011).
Masih menurut sumber itu, selaku istri dia juga sudah menasihati suaminya jangan termakan bujuk rayu. Namun usahanya sia-sia, karena sang suami tetap yakin keberadaan lembaga tersebut resmi dan tidak sama dengan BSDMI yang selama ini menjadi pemberitaan di media.
"Suami saya selalu bilang, bahwa rekrutmen untuk jadi PNS ini bukan penipuan seperti yang diberitakan di media massa. Aneh, suami saya ini yakin sekali bila lembaga itu benar-benar ada," ujarnya.
Sumber juga menyebutkan, tidak mengetahui secara pasti sudah berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk mengurus menjadi PNS tersebut. Pengurusan PNS itu ditujukan untuk adik-adiknya dan keluarganya.
"Padahal suami saya itu PNS, tapi aneh sekali jika dia tidak menyadari bahwa rekrutmen yang dilakukan lembaga itu tidak sama dengan penerimaan PNS sebagaimana mestinya. Suami saya selalu bilang, jalur yang dia urus itu, merupakan jalur khusus, tidak sama dengan PNS lainnya. Saya sudah letih menasihatinya, tapi tetap saja dengan pendiriannya," kata sumber tadi.
Hal yang sama juga diutarakan K (40). Dia diiming-imingi menjadi PNS walaupun batas usianya sudah lewat. Tawaran itu datang atas informasi dari abangnya yang seorang PNS.
"Dari awal saya sudah curiga, apa iya, usia seperti saya ini yang sudah kepala empat bisa menjadi PNS? Karena abang saya terus berkeras, ya sudah saya ikuti kemauannya," kata K.
Menurut K, BSDMI meminta persyaratan layaknya PNS seperti biasa. Semua berkas diurus oleh kakak dari K. Pada 5 Maret 2011, dokumen itu sudah diserahkan. Namun 4 bulan berlalu, tidak ada kabar, padahal dokumen yang diserahkan adalah dokumen asli dan bukan legalisir.
"Tapi sampai sekarang sudah hampir 4 bulan belum juga SK kita terima. Sampai sekarang saya tidak punya ijazah yang asli lagi dari SD sampai sarjana," kata dia.
Kakak K mengatakan semua berkas asli ini dikirimkan ke Kemen PAN. Sang kakak juga rupanya mengerjakan berkas untuk empat orang lainnya dan sudah banyak mengeluarkan uang.
"Saya yakin abang saya sudah banyak mengeluarkan uang untuk urusan seperti ini. Terus terang, abang saya sudah habis-habisan untuk mengurus keluarganya yang diiming-imingi mau jadi PNS itu. Katanya, begitu SK keluar, kami tinggal memilih saja mau tugas di dinas mana. Pokoknya kami akan dipekerjakan di jajaran Pemprov Riau," kata K.
Atas tudingan menipu CPNS ini, Kepala BSDMI Irwannur Latubual membantah keras. Menurutnya, soal perekrutan ini didengarnya juga. Namun itu adalah perbuatan oknum mantan anggota BSDMI yang akhirnya membuat nama BSDMI menjadi buruk.
"Kita ini lembaga sumber daya, soal masuk PNS harus bayar itu salah, saya tidak pernah bilang kalau saya berwenang soal itu. BSDMI lebih kepada pembangunan karakter. Soal itu saya juga sudah lapor kepada Kapolda agar menangani kasus itu. Memang dulu saya sempat dengar-dengar kabar ini, tapi kan itu bukan wewenang saya untuk menangkap. Nah, sekarang karena si gadungan itu merugikan saya, akhirnya saya ambil tindakan," terang Irwannur saat ditemui detikcom di kantornya, Apartemen Oasis Tower, Jl Senen Raya, Jakarta , Jumat (15/7/2011).
(fay/nrl)











































