Istri Ibnu Gegar Otak, Dua Anaknya Trauma

Korban Kecelakaan Dipolisikan Polwan

Istri Ibnu Gegar Otak, Dua Anaknya Trauma

- detikNews
Jumat, 15 Jul 2011 16:24 WIB
Jakarta - Istri Ibnu Yunianto, Dian, terluka cukup parah akibat ditabrak Briptu Nina. Dian
kini dirawat di RS Sari Asih, Ciputat, karena dokter menemukan benjolan di bagian belakang kepalanya.

Benjolan itu muncul akibat motor yang dikendarai suaminya ditabrak oleh sepeda motor Briptu Nina di sekitar Hoka-hoka Bento, Ciputat, beberapa waktu lalu. Selain itu, dokter juga menemukan adanya gangguan serabut syaraf ringan di bagian otak.

"Tapi hasil pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, untuk sementara diagnosa dokter menyimpulkan seperti itu," kata Ibnu saat berbincang dengan detikcom, Jumat (15/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ibnu mengatakan, sebenarnya benjolan itu telah diperiksa oleh dokter setelah kecelakaan terjadi. Namun saat itu, dokter belum menemukan adanya indikasi berbahaya sehingga Dian tidak perlu dirawat.

Lagi pula saat itu, Dian harus mengurus dua anaknya yang juga menderita luka-luka akibat kecelakaan tersebut. Di lain pihak, Dian juga sempat ketakutan karena adanya intimidasi dari oknum anggota polisi terkait kasus pemukulan yang dilakukan Ibnu pada Briptu Nina.

"Waktu itu karena kondisi saya juga harus diperiksa, anak-anak luka, akhirnya Dian
pulang dan mengungsi di hotel. Karena dia takut, dia merasa nyawanya dan anak-anak terancam," kata Ibnu.

Dua anak Dian juga mengalami luka-luka yang cukup parah. Namun dokter tidak meminta keduanya dirawat di rumah sakit. Yang lebih mengkhawatirkan, kedua bocah yang masih balita itu diduga mengalami gangguan psikologis akibat peristiwa kecelakaan yang akhirnya menjadikan Ibnu menyandang status tersangka itu.

"Anak saya yang besar trauma karena sempat melihat ibunya dibentak-bentak Briptu Nina dan Kanit Provost Polisi Udara Iptu Taufik. Saat itu mereka meminta Dian ikut diperiksa di Polsek Ciputat, padahal Dian sudah bilang kakinya sakit," kata Ibnu.

Saat ini, anak sulung Ibnu berubah menjadi anak yang sangat agresif dan suka membentak. Sementara anak kedua Ibnu sering terbangun tengah malam dan langsung menangis sambil menutup telinga.

"Saya harap mereka berdua bisa kembali seperti dulu lagi. Tadi pagi saya bawa anak saya yang empat tahun untuk konseling dengan psikolog," harap Ibnu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ibnu, dilaporkan oleh Briptu Nina dalam kasus dugaan pemukulan. Kasus itu terjadi sebagai buntut sepeda motor Ibnu ditabrak oleh Briptu Nina.

Pada saat kejadian, Ibnu sudah meminta maaf dan mengajak untuk berdamai, namun ditolak oleh Nina. Nina memilih untuk melaporkan Ibnu ke Polsek Ciputat.

Ibnu sempat ditahan di Mapolsek Ciputat lalu kemudian Polres Jaksel. Ibnu dikenakan pasal 351 (1) tentang penganiayaan yang menyebabkan luka ringan dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan. Saat ini Ibnu dilepaskan dari tahanan dengan status tersangka. Ia dikenai wajib lapor.
(ken/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads