Hal ini terungkap dalam olah TKP polisi di area Ponpes. Denah rencana penyerangan Polsek Penaraga ditemukan di tempat berbeda dengan denah Polsek Madapangga.
"Denah Polsek Penaraga ditemukan di ruangan yang berbeda dari rumah seorang ustadz," ungkap Kabid Humas Polda NTB, AKBP Sukarman Husein, di Mapolda NTB, Jalan Langko, Kota Mataram, Jumat (15/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Briptu Hamdan itu diidentifikasi akan menjadi target pembunuhan sama seperti almarhum Briptu Rokhmad Syaefuddin," jelas dia.
Polisi, bagi Saaban, adalah kafir, sehingga pantas dibunuh. Pembunuhan itu, kata Saaban pada polisi, atas perintah Tuhan. Saaban langsung dibekuk usai menikam Briptu Rokhmad. Namun sayang, Briptu Rokhmad tidak bisa diselamatkan nyawanya.
(fay/nrl)











































