Malaysia Minta Media Tak Beritakan Asap Secara Berlebihan
Jumat, 25 Jun 2004 09:29 WIB
Jakarta - Soal kabut asap, Indonesia sumbernya, tapi yang repot Malaysia. Negeri itu bahkan meminta agar media massa internasional tidak berlebih-lebihan dalam memberitakan kabut asap yang datang menular. Negeri jiran itu khawatir pemberitaan itu akan berdampak pada ekonomi mereka.Kabut asap ditengarai akan terus memburuk pada hari-hari mendatang. Hingga Kamis kemarin, angkasa Kuala Lumpur masih juga dipenuhi kabut asap tebal kiriman dari Riau. Kualitas udara juga memburuk seperti di Port Klang, Malaka dan Johor selatan.Malaysia mencatat, jumlah titik api di Riau dari 33 membengkak menjadi 293. Seberapa banyak asap akan terbang ke Malaysia, itu semua tergantung dari arah angin.Kedatangan asap tak diundang ke Malaysia mengkhawatirkan dunia turisme. Untuk itu, Deputi Perdana Menteri (PM) Najib Razak menjadikan indeks polusi udara sebagai rahasia negara.Sementara itu, polisi laut Malaysia telah mengeluarkan peringatan bagi mereka yang lewat Selat Malaka untuk menyalakan lampu navigasi mereka dan lebih waspada karena memburuknya jarak penglihatan.Diperkirakan 50 ribu kapal lewat selat itu saban hari membawa sepertiga perdagangan dunia.
(nrl/)











































