"Perlu diwaspadai saluran pernafasan akibat debu yang berterbangan. Biasanya di pengungsian juga muncul masalah diare. Serta untuk bayi-bayi perlu diwaspadai sakit campak. Kami berharap mereka tetap sehat di pengungsian," kata kata Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kementerian Kesehatan, Mudjiarto, kepada detikcom, Jumat (15/7/2011).
Agar terhindar dari ancaman ISPA, dia mengimbau masyarakat setempat untuk selalu mengenakan masker. Jika masker bantuan telah habis dan belum tiba masker bantuan, untuk sementara masyarakat bisa menutupkan kain atau saputangan yang dibasahi untuk melindungi hidung dan mulutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena baru mengungsi 1-2 malam, belum dikhawatirkan ancaman stres pada para pengungsi. Karena itu dia berharap Gunung Lokon akan normal kembali sehingga warga sekitar tak perlu tinggal berlama-lama di pengungsian dan bisa beraktivitas normal seperti biasa.
"Kami juga kerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dalam penyediaan air bersih. Kalau airnya kotor memang bisa berpotensi diare. Tapi sejauh ini pengungsi masih baik-baik saja," lanjut Mudjiarto.
Kemenkes telah mengirim bantuan masker, sebagian merupakan alokasi dari bantuan untuk pengungsi Gunung Soputan beberapa waktu lalu yang belum terpakai. Berbagai obat-obatan juga telah dikirimkan.
"Kami juga mendorong bantuan operasional, yakni petugas yang melayani para pengungsi," imbuhnya.
Semalam Badan Nasional Penanggulangan Bancana (BNPB) menyebut, letusan terjadi pada pukul 22.45 WIB atau 23.31 Wita. Pasca meletus tampak asap putih tebal melambung setinggi 100-150 meter dari puncak gunung. Akibat letusan itu, 4.412 warga mengungsi.
(vit/nrl)











































