Abu Vulkanik Lokon Meningkat, Penerbangan Diminta Waspada

Abu Vulkanik Lokon Meningkat, Penerbangan Diminta Waspada

- detikNews
Jumat, 15 Jul 2011 12:42 WIB
Jakarta - Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara, beberapa hari belakangan ini menunjukkan peningkatan aktivitas. Ketinggian abu vulkanik yang dikeluarkan pun meningkat. Penerbangan pun diminta waspada.

Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan Notice to Airman (Notam) No A0945/11 terkait peningkatan aktivitas Gunung Lokon. Isinya meminta penerbangan yang melewati daerah tersebut harus hati-hati dan menghindari daerah sekitar Gunung Lokon.

"Notam tersebut juga menjelaskan zona yang berbahaya bagi penerbangan di kawasan ini adalah 10 Nautical Mile atau sekitar 18,52 km dari Gunung Lokon," kata Pelaksana Harian Pusat Komunikasi dan Informasi Kemenhub JA Barata dalam keterangan tertulis, Jumat (15/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemenhub menginformasikan, ketinggian abu vulkanik akibat letusan Gunung Lokon meningkat pada hari ini, dari sebelumnya 50 ribu kaki menjadi 150 ribu kaki. Debu inilah yang harus diwaspadai pesawat yang melintas.

Meningkatnya ketinggian debu vulkanik letusan Gunung Lokon membuat status pengaruh debu vulkanik letusan Gunung Lokon yang semula orange meningkat menjadi red. Artinya, semua penerbangan yang melewati daerah tersebut harus waspada.

"Hal tersebut dinyatakan dalam Ashtam No 0032/11," imbuh Barata.

Peningkatan status pada Notam tersebut, sambungnya, merupakan tindak lanjut peristiwa pada Kamis (14/7) pukul 22.45 WIB. Kala itu terjadi letusan besar Gunung Lokon dengan lontaran material pijar, pasir, yang menyebabkan kebakaran hutan di sekeliling gunung.

Semalam Badan Nasional Penanggulangan Bancana (BNPB) menyebut, letusan terjadi pada pukul 22.45 WIB atau 23.31 Wita. Pasca meletus tampak asap putih tebal melambung setinggi 100-150 meter dari puncak gunung.

Untuk diketahui, debu vulkanik bisa menyebabkan mesin pesawat mati. Mengapa demikian? Dalam mesin pesawat, ada bagian berputar yang dinamakan fan compressor turbine dan ada bagian diam yang menjadi tempat pembakaran (kamar bakar). Ketika suatu pesawat masuk ke daerah yang berdebu maka debu tersebut akan masuk ke dalam engine. Akibatnya kompresor kotor.

Karena kompresor kotor, udara yang masuk ke engine menjadi berkurang dan akibatnya engine menjadi kehilangan daya. Ketika debu masuk ke ruang bakar, maka akan menyebabkan campuran bahan bakar dan udara tidak bagus. Hal ini menyebabkan flame out, apinya mati karena kurang oksigen.

Apabila debu vulkanik masuk ke turbin, maka akan terjadi lelehan. Sebab debu tersebut berupa glass yang akan meleleh dalam panas sekitar 1.100 derajat Celcius. Ketika meleleh, debu tersebut akan menjadi liquid dan menghantam turbin.

Liquid akan menempel di sudut turbin sehingga menyebabkan blocking dan akibatnya udara tidak bisa lewat. Power engine pesawat akan turun, dan yang paling buruk engine-nya mati.


(vit/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads