Kecelakaan itu terjadi Jumat, (15/7/2011) pukul 08.15 WIB. Lokasi kejadian di Desa Pabelan, Kartosuro, Sukoharjo, tepatnya di dekat pos polisi Gembongan. Truk pengangkut semen putih bernopol B 9931 JG yang dikemudikan Muhadi warga Semarang itu, keluar dari jalan raya.
Truk keluar dari jalan raya kurang 10 meter dari pos polisi dan lampu lalu-lintas, padahal jalan di lokasi tersebut lurus dan rata. Saksi mata mengatakan, truk masuk ke tanah kosong di samping kiri jalan. Selanjutnya terus melaju sekitar 20 meter dan melompati parit selebar 4 meter dengan kedalaman tak kurang dari 3 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Truk baru berhenti setelah menabrak emperan rumah Kusmarini, warga setempat. Padahal di emperan rumah saat sedang ada beberapa orang karena Kus membuka usaha warung kecil-kecilan di emperan tersebut. Moncong truk hanya berjarak kurang dari satu meter dari tembok depan rumah.
"Saya tidak menyangka sama sekali. Tapi memang saya melihat truk itu melaju kencang dari arah jalan raya menuju ke sini. Kami kemudian berlarian menyelamatkan diri. Tidak ada yang luka, tapi dagangan saya rusak," ujar Kus.
Sedangkan sopir Muhadi mengalami luka di bagian wajahnya karena keca depan truk pecah terkena kayu emperan rumah lalu atap seng emperan itu melukai wajahnya. Saat ini Muhadi dirawat di RS Yarsis Solo.
Kepada wartawan, Muhadi mengatakan, rem truk yang dia kemudikan itu telah tidak berfungsi sekitar 200 meter dari lokasi. Ketika dia berusaha mengerem selalu gagal, padahal saat itu lampu pengatur lalu-lintas saat itu sedang menyala merah dan banyak kendaraan berhenti di depannya.
"Saya langsung banting kiri ke arah tanah kosong, agar tidak menabrak pengguna jalan di depan truk. Tapi lokasi tanah kosong itu menurun, padahal truk bermuatan penuh sehingga ketika truk turun seperti didorong, padahal rem blong. Sehingga semakin kencang," ujar Muhadi.
(mbr/nrl)











































