"Partai harus berani pecat Nazaruddin," tegas Pengamat Politik UGM Arie Sudjito kepada detikcom, Kamis (14/7/2011) malam.
Menurut Arie, sejak kasus dugaan suap di wisma atlet Palembang mencuat Partai Demokrat seperti disandera oleh Nazaruddin. Tudingan-tudingan mantan bendahara itu kepada koleganya tidak disikapi secara tegas oleh partai.
"Nazaruddin menjadi duri dalam daging," katanya.
Arie melihat, secara perlahan internal Demokrat seperti dihantam badai kencang. Adanya faksi-faksi di tubuh partai mulai muncul ke permukaan. Para elit terlihat saling serang sehingga berdampak pada kepercayaan publik yang semakin menurun.
"Rakornas juga harus mengurai benang kusut adanya pertentangan antar faksi di internal partai," imbuhnya.
Kasus Nazaruddin kata Arie, menjadi pertaruhan bagi Demokrat untuk meyakinkan publik jika jargon pemberantasan korupsi oleh SBY memang tidak tebang pilih. Jika terus dibiarkan citra Demokrat diyakini akan semakin terpuruk.
"SBY harus punya terobosan berarti untuk menuntaskan kasus Nazaruddin," tutupnya.
(did/ape)











































