Wah, Benda Mencurigakan di Konjen Australia Cuma Kaos Kaki Basah

Wah, Benda Mencurigakan di Konjen Australia Cuma Kaos Kaki Basah

- detikNews
Kamis, 14 Jul 2011 22:07 WIB
Wah, Benda Mencurigakan di Konjen Australia Cuma Kaos Kaki Basah
Bali - Tim Gegana Polda Bali berjibaku mengamankan benda mencurigakan di Konjen Australia. Namun setelah diperiksa, kantong kain yang menggegerkan itu isinya hanya kaos kaki dan potongan kain basah.

"Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Bali terhadap benda yang menyerupai tas di Konjen Australia berisi gulungan kaos kaki dan potongan kain yang lembab," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Polisi Hariadi kepada detikcom, Kamis (14/7/2011).

Hasil pemeriksaan tersebut mengakhiri spekulasi yang mewarnai penemuan kantong kain merah bertuliskan Air Asia yang mencurigakan tersebut. Sempat beredar kabar di kalangan petugas kepolisian saat penemuan benda mencurigakan tersebut bahwa tas merah tersebut berisi cairan kimia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hariadi pun menyatakan tas tersebut hanya berisi cairan biasa yang tak mengandung bahan peledak. "Isinya seperti air biasa atau cairan biasa," kata Hariadi pada sore hari kepada wartawan.

Saking gegernya, penemuan benda mencurigakan tersebut mengakibatkan kawasan Konjen Australia disterilisasi sampai sore hari. Pengguna jalan tidak diizinkan melintas di depan Konjen Australia di Jl Mpu Tantular, Denpasar. Jalan ini pun ditutup dengan sebuah mobil patroli polisi.

Petugas Laboratorium Forensik pun kembali datang ke Konjen Australia pada sore hari untuk melakukan rekontruksi.

Setelah diperiksa, ternyata kaos kaki dan potongan kain lembab tersebut diletakkan oleh Laki-laki WN Australia bernama Lord Liam Thomas Oflynn (46) yang ingin mengurus paspor. Pria yang berprofesi sebagai guru privat ini kabur dengan sepeda motor usai meletakkan kantong kain tersebut di depan pos satpam Konjen Australia.

(gds/ape)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini