Foke: Tidak Boleh Ada Sweeping & Petasan Selama Ramadan

Foke: Tidak Boleh Ada Sweeping & Petasan Selama Ramadan

- detikNews
Kamis, 14 Jul 2011 18:20 WIB
Foke: Tidak Boleh Ada Sweeping & Petasan Selama Ramadan
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya siap bekerjasama mengamankan Jakarta selama bulan suci Ramadan. Masyarakat diharap tidak melakukan tindakan-tindakan di luar kewenangannya, seperti sweeping.

"Kalau kita laksanakan ini secara konsisten kita juga bisa jamin tidak ada pihak-pihak yang keberatan dalam arti tidak akan ada tindakan sweeping sendiri-sendiri. Jadi itu tidak akan dibenarkan," ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, usai rapat Muspida di Gedung Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (14/7/2011).

Tidak hanya sepakat melarang adanya sweeping liar, pria yang akrab disapa Foke ini juga meminta warga tidak bermain petasan. Selain itu, dia juga meminta, kegiatan masyarakat yang tidak sejalan dengan nuansa Islam dan ibadah Ramadan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita juga sepakat melarang petasan selama Ramadan. Dan kita juga mengantisipasi hal-hal yang bisa timbul di bulan Ramadan, misalnya, kegiatan masyarakat yang tidak sejalan dengan nuansa Islam dan ibadah Ramadan itu sendiri, akan kita batasi dan kurangi, tanpa mengurangi rasa hormat kita kepada yang punya kegiatan tersebut," jelas Foke.

Sebagai langkah awal untuk mencegah maraknya peredaran petasan, akan dilakukan razia-razia. Masyarakat diharapkan mematuhi aturan ini.

"Kita akan awali dengan razia penjualan seperti biasa di pasar, atau di tempat kegiatan yang kita identifikasikan," katanya.

Tidak lupa, kepada semua RT/RW juga diharapkan meningkatkan keamanan di lingkungan mereka. Selain itu, terus memonitor kemungkinan-kemungkinan terjadinya gesekan antar warga selama bulan suci Ramadhan nanti.

"Semua keamanan lingkungan perlu ditingkatkan, intinya semua perlu bersinergi dengan baik antar aparat, dan aparat dan masyarakat, sampai ke level RT/RW. Dan kegiatan ini (tawuran) itu menjadi bagian dari kegiatan yang kita waspadai dan monitor, dan terus kita antisipasi ke depan," tandasnya.


(lia/gun)


Berita Terkait