Kontrol Sosial Media Hal yang Mustahil

Kontrol Sosial Media Hal yang Mustahil

- detikNews
Kamis, 14 Jul 2011 16:58 WIB
Jakarta - Menkominfo Tifatul Sembiring menyebut pemerintah memiliki kewajiban mengontrol internet termasuk sosial media. Ide ini dinilai sebagai hal yang mustahil dilakukan. Sebagai negara demokratis, jika hal tersebut diberlakukan maka akan mendapat penentangan masyarakat.

"Omong kosong sosial media bisa dikontrol. Tifatul jangan menginginkan hal-hal yang mustahil," kata pakar komunikasi politik, Tjipta Lesmana, saat dihubungi detikcom, Kamis (14/7/2011).

Tjipta mengatakan, pernyataan Tifatul itu bisa merupakan gagasan pribadinya atau juga gagasan Presiden SBY selaku kepala pemerintahan. Jika itu gagasan SBY, kata Tjipta, seharusnya sebagai presiden yang masih mendapat dukungan mayoritas publik, ia tidak perlu takut akan perkembangan sosial media.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau bukan pemerintahan dzalim, SBY tidak perlu takut. Kalau takut, berarti ada apa-apa dengan pemerintah," kata Tjipta.

Menurutnya, new media dan sosial media hanya layak ditakuti pemerintah otoriter dan pemerintah yang menyalahgunakan kekuasaan. Tidak seperti media mainstream, lewat sosial media, masyarakat bisa memuat informasi penyalahgunaan kekuasaan pemerintah dengan rahasia.

"Kalau menulis di koran atau diskusi di televisi bisa diancam," kata Tjipta.

Sebelumnya, usai pembukaan roadshow 'Sosialisasi Internet Sehat dan Aman' di SD Menteng 03, Jalan Cilacap nomor 5, Jakarta Pusat, Tifatul mengatakan pemerintah memiliki kewajiban mengontrol internet. Dia berpesan jangan sampai seperti Tunisia dan Libya yang gagal dalam mengontrol media sosial seperti Facebook dan Twitter, sehingga terjadi pergolakan di negerinya.

Tifatul menjelaskan pentingnya kontrol dilakukan. Tujuannya baik, yaitu mengajarkan warga agar bertanggung jawab atas yang dilakukan.

(lrn/vit)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads