"Saya enggak setujulah kalau pemerintah ngontrol twitter. Twitter kok mau dikontrol pemerintah. Kalau twitter mau dikontrol terus apalagi yang dibebaskan pemerintah kepada rakyatnya di negara demokrasi," kata Pramono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/7/2011).
Pemilik akun twitter @pramonoanung itu berpendapat twitter adalah sarana menyampaikan unek-unek rakyat. Menurut dia, apabila penggunaan twitter dibatasi maka akan menuai banyak protes.
"Masyarakat kita, para pengguna twitter lebih banyak menggunakan twitter memanfaatkan kebebasan berekspresi batinnya. Saya kira ini berlebihan dan kalau dipastikan pasti akan ditolak dan tidak disetujui oleh DPR. Karena kebebasan berekspresi benar-benar dijamin oleh UU dan UUD 1945," paparnya.
Dikatakan dia, masyarakat saat ini sudah memahami mana hal baik dan buruk di twitter. Hal ini sudah cukup mampu melindungi pengguna twitter Indonesia dari efek negatifnya.
"Masyarakat sudah punya swasensor. Masyarakat tahu mana berita yang baik dan mana yang tidak baik," ujar Pramono.
Menkominfo Tifatul Sembiring sebelumnya menelurkan gagasan agar pemerintah memiliki kewajiban mengontrol internet termasuk sosial media. Langkah ini perlu dilakukan untuk menghindari pergolakan.
(van/aan)











































