Pertama, pemerintah harus mengetahui lokasi persis Nazaruddin. Hal itu penting karena terkait dana pencarian.
"Katakanlah Vietnam. Vietnam itu di mananya karena kalau misalnya tidak diketahui itu, apa polisi atau pemerintah vietman disuruh cari? Duitnya siapa, apa duitnya Vietnam. Masak pajak rakyat Vietnam untuk kepentingan rakyat Indonesia. Pastinya mereka nggak mau. Walaupun telah dimasukkan dalam red notice dan sebagainya," ujar Hikmahanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hikmahanto, untuk mengetahui lokasi Nazaruddin diperlukan operasi intelijen. Namun harus dipastikan jika pemerintah mau melakukan operasi itu.
"Karena itu tidak boleh diketahui negara setempat," kata dia.
Cara kedua, pemerintah bisa menyewa detektif swasta. Upaya itu seperti pemerintah AS yang akhirnya menemukan Osama Bin Laden.
"Seperti Osama Bin Laden dulu yang ditemukan dengan teknologi. Jadi ada orang yang telepon terdeteksi dia ada di mana," tutur Hikmahanto.
Hikmahanto membeberkan, jika Nazaruddin saat ini memakai BlackBerry, penegak hukum Indonesia bisa mengeceknya pada research in motion (RIM). Penegak hukum juga bisa mengecek Nazaruddin dari keberadaan saudaranya di luar negeri dan aset-aset Nazaruddin.
"Karena Nazaruddin pergi ke luar negeri pasti uangnya juga terbatas. Walaupun uangnya banyak di Indonesia tapi yang bisa dibawa di koper kan hanya terbatas. Maka dia lama kelamaan akan kehabisan logistik. Dia terus akan gunakan kartu kredit, maka bisa dilacak dengan kartu kredit tersebut," kata Hikmahanto.
Hikmahanto menduga penegak hukum sudah tahu kebedaraan Nazaruddin. Namun hal itu tidak bisa disampaikan ke publik.
"Karena akan mudah bagi Nazaruddin untuk memonitor apa yang dilakukan pemerintah dan dia akan menghindar," imbuh dia.
Pemerintah, lanjut Hikmahanto dinilai serius memulangkan Nazaruddin. Sebab partai yang berkuasa di pemerintah yakni Partai Demokrat tidak lagi membela Nazaruddin.
"Sekarang tidak ada perlindungan dari Demokrat dan Demokrat sekarang sudah keras. Presiden pun yang juga dari Demokrat bisa muncul-muncul instruksi-instruksi macam itu," tutupnya.
(nik/vit)











































