Pemandu Karaoke Mengamuk di Polda Metro Jaya

Pemandu Karaoke Mengamuk di Polda Metro Jaya

- detikNews
Kamis, 14 Jul 2011 14:59 WIB
Jakarta - Seorang wanita muda tiba-tiba mengamuk di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta. Wanita yang mengaku bekerja sebagai pemandu karaoke ini mengamuk lantaran tidak ingin tasnya diperiksa.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, Kamis (13/7/2011). Wanita berambut panjang dengan cat merah ini tiba-tiba lari ke Kompleks Mapolda Metro Jaya saat memasuki pintu I.

Sejumlah provost kemudian mengejarnya hingga wanita bercelana jins selutut itu duduk di depan teras Gedung Utama Polda Metro Jaya, tempat Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S Radjab berkantor. Dia kemudian meracau sambil membongkar seluruh isi tasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nih, buka saja nih..nggak ada apa-apa di dalemnya," kata wanita itu.

Barang-barang berupa kosmetik, handphone, celana pendek, celana dalam, dompet berserakan di teras Gedung Utama Polda Metro setelah dia keluarkan. Aksinya ini terpantau kamera CCTV Gedung Utama yang kemudian menarik perhatian provost. Sejumlah provost pun keluar dari gedung tersebut.

"Ada apa ini? Mbak mau ke mana?," tanya seorang anggota provost.

Wanita tersebut kemudian duduk di tangga gedung. Ia kemudian kembali berceloteh. "Periksa saja tasnya, nggak ada apa-apa. Gue tahu, barangnya pasti dimasukin ke tas gue kan," kata wanita berbaju tank top dibalut bolero hitam itu.

"Mbak mau ke mana? Kenapa marah-marah?," tanya petugas provost lagi.

Tidak jelas apa yang dimaksud wanita tersebut, namun ia kembali meracau. Ia bergumam sendiri, menyatakan kalau dia telah dijebak.

"Gue disuruh lapor ke sini, tapi ketemu langsung sama atasannya. Gue udah tahu dari hotel tadi," kata dia.

"Gue bukan pengedar, gue bukan pemake juga," katanya nyerocos.

Sejumlah petugas provost kemudian mencoba menenangkannya dan membujuknya untuk ke kantor pos penjagaan provost. Namun, wanita tersebut menolak hingga akhirnya bersembunyi di belakang tubuh Sespri Kapolda Metro Jaya Kompol Ade Ary Syam.

"Ada apa ini?," tanya Ade heran.

"Saya mau lapor pak, tapi sama mereka ini dihalangi," jawab wanita bertubuh kurus itu.

"Siapa yang halangi?" Tanya Ade.

"Ini, mereka-mereka ini," jawab wanita tersebut sambil menunjuk sejumlah provost.

"Ya sudah sekarang ke SPK (Sentra Pelayanan Kepolisian) saja kalau mau lapor," bujuk Ade.

"Sama bapak, saya nggak percaya sama mereka (provost)," pinta wanita tersebut kepada Ade.

Namun, Ade menolak permintaan wanita tersebut. "Nggak bisa, saya mau pergi," jawab Ade sambil berlalu menuju mobilnya.

Wanita tersebut kemudian mengejar Ade. Namun, petugas provost menghalanginya. "Ayo, saya antar kalau mau lapor," kata provost.

Karena tetap menolak, petugas provost kemudian meminta dua orang polwan untuk mengantarnya ke SPK. Petugas polwan kemudian menggiringnya ke SPK.

"Sebentar dong, ini megangnya jangan gitu banget dong. Saya juga tahu," kata wanita itu.

Ia kemudian melepaskan diri dari cengkraman polwan dan berlari-lari. "Gue tahu, gue pasti mau dimasukkin ke penjara kan. Pasti deh, gue nggak percaya ni," kata wanita itu.

Polwan kemudian membawanya ke SPK dan menghadapkannya ke petugas SPK. Namun, saat ditanya-tanya oleh petugas SPK, wanita yang mengaku berasal dari Bandung itu kembali meracau.

"Gue dibawa ke hotel. Terus di hotel gue diajarin, begini-begitu, dia ngasih kode-kode itu, 'gigi di atas, gigi di bawah'. Gue juga ngerti kode-kode itu, nggak usah diajarin," ocehnya.

Mendengar ocehan wanita tersebut, petugas SPK kemudian memberinya minum. Petugas SPK kemudian menanya identitasnya, namun wanita tersebut menolak memberikan kartu identitasnya. Setelah beberapa saat dia kemudian tenang. Karena dianggap tidak bisa memberikan keterangan selayaknya orang normal, petugas kemudian menyuruhnya untuk pulang. Namun, ia menolak untuk pulang, sehingga sejumlah provost mengantarnya keluar Mapolda Metro Jaya.

(mei/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini