"Kita memang mendorong KPK dan Kepolisian menuntaskan ini secepatnya. Ini ranah hukum silakan saja kita dorong sepenuhnya," tutur Wakil Ketua Fraksi PD, Sutan Bathoegana kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/7/2011).
Sikap yang diambil Demokrat ini bukan tanpa sebab. Selain terus diserang oleh Nazaruddin, PD juga benar-benar telah kehilangan jejak Nazaruddin yang terus mengumbar serangan ke elit PD.
"Terakhir tanggal 28 Mei komunikasi dengannya dan itu pun hanya satu arah. Tidak ada komunikasi lagi. Bertemu dia pun karena dia mengatakan bersedia dia katakan tempatnya di mana itu waktu itu kan weekend," jelasnya.
Dengan menyerahkan sepenuhnya ke proses hukum, PD berharap citranya terus membaik. Sehingga tidak lagi dicap sebagai partai yang melindungi koruptor.
"Kami tegasnya tak menutup apalagi sampai melindunginya," terangnya.
(van/gun)











































