"Kami memberikan celana dalam ini karena KPK selama ini tidak berani untuk mengusut kasus korupsi yang dilakukan Max Sopacua. Simbol ketidakberanian itu celana dalam wanita yang kami berikan ini," tutur koordinator Serikat Mahasiwa Pemuda Anti Korupsi (Sempak), Amir di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (27/7/2011).
Dalam orasinya, massa Sempak yang berjumlah 50 orang mengusung isu dituntaskannya kasus dugaan korupsi yang dilakukan Politisi Demokrat Max Sopacua. Nama Max memang beberapa kali disebut menerima aliran dana korupsi pengadaan alat rontgen portable di Kemenkes pada tahun 2007.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumlahnya 5 untuk 5 komisioner KPK," kata Amir.
Diberi Mobil Mainan
Tak lama setelah massa Sempak surut, giliran datang massa pengunjuk rasa dari Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak) dengan jumlah massa sedikit lebih banyak. Mereka berorasi menyerukan pengambilalihan kasus pengadaan mobil dinas di Pemprov Gubernur Sulawesi Tenggara.
"Pengadaan mobil dinas Gubernur Sulawsi Tenggara menambah panjang daftar virus korupsi di daerah. Pengadaan mobil dinas ini merupakan penunjukan langsung ada anggaran tahun 2008," terang Akhirudin Mahjudin, koordinator Presidium Gerak.
Setelah berorasi sekitar 40 menit, perwakilan massa gerak lantas masuk di gedung KPK, mereka menyerahkan mobil mainan yang biasa dipakai oleh anak-anak. "Semoga dengan mobil mainan ini KPK tergugah untuk mengambik alih kasus pengadaan mobil oleh Gubernur Sumatera Utara," jelas Akhiruddin.
Karena jumlah massa yang tidak terlalu besar, aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh dua massa tersebut tidak sempat menimbulkan kemacetan. Situasi lalu lintas di Jl HR Rasuna Said sendiri terpantau ramai lancar.
(fjr/gun)











































