Lengkap dengan seragam kebesarannya, para pejabat Polri ini berjejer di depan pintu utama Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (14/7/2011).
Mereka adalah Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Untung S Rajab, Wakabareskrim Irjen Pol Mathius Salempang, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharuddin Djafar, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Gatot Eddy Purnomo, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Royke Lumoha, Karo Ops Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sujarno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolda Metro Irjen Pol Untung meminta agar para demonstran tidak anarkis dalam melakukan unjuk rasa. Unjuk rasa merupakan hak warga negara. Namun dalam menunjukkan aspirasinya, pendemo tidak boleh mengganggu ketertiban umum.
"Jangan anarkis. Boleh saja (demo). Ini negara demokrasi. Kita arahkan supaya mereka berdemo di sana (Parkir Timur Senayan) supaya tidak mengganggu lalu lintas. Silakan apa pesannya boleh ngomong apa saja," imbau Untung.
Sementara itu Wakabareskrim Irjen Mathius Salempang juga meminta agar pendemo tertib dalam berunjuk rasa. Pihaknya sudah membicarakan hal ini dengan kuasa hukum Panji, Ali Tanjung.
"Apa yang mereka sampaikan akan kita jawab. Kepentingan orang banyak harus kita hargai," kata Mathius.
Sekitar 2.000 demonstran pendukung Panji Gumilang akan berdemo ke Mabes Polri. Mereka meminta pembebasan Panji Gumilang sebagai tersangka pemalsuan dokumen.
Sementara, mantan anggota NII KW 9, Sukanto, mendesak Panji untuk bersikap gentleman. Dia menilai, massa Panji tidak perlu dikhawatirkan dan hanya digunakan sebagai unjuk eksistensi saja.
(gus/nrl)










































