Chairuddin P Lubis menyatakan, pembangunan Rumah Sakit Pendidikan USU sudah digagas sejak tahun 2003. Kemudian pada tahun 2007 diperoleh persetujuan dukungan dana dari Islamic Development Bank (IDB).
“Saya tidak kenal Nazaruddin, tidak pernah berkomunikasi dengan dia. Proses pembangunan rumah sakit itu sudah lama, sejak tahun 2003. Pada saat itu Nazaruddin di mana, saya tidak tahu,” kata Chairuddin di Bandara Soekarno Hatta, Banten, Rabu (13/7/2011) sore.
Terkait dengan adanya komunikasi antara Muhammad Nazaruddin dengan Rosalina tentang proyek pembangunan rumah sakit di USU tersebut, Chairuddin menyatakan dia tidak tahu mengenai hal itu. Yang pasti dia tidak pernah berhubungan dengan Muhammad Nazaruddin.
“Saya tidak kenal Nazaruddin,” ulangnya.
Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan USU dimulai pada 13 Agustus 2009, ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Rektor USU pada saat itu Chairuddin P Lubis. Rumah sakit yang berlokasi di Jl Mansyur ini dibangun dengan dana sebesar USD 39,4 juta dolar AS atau setara dengan Rp 390 miliar. Dana ini berasal dari pinjaman IDB sebesar 32,6 juta dolar AS dan Pemerintah Indonesia sebesar USD 6,8 juta.
Proses pembangunan gedung rumah sakit seluas 50,252 meter persegi yang berada di Jl Mansyur tersebut, saat ini sudah memasuki tahap akhir. Namun rektor sudah berganti. Sejak 31 Maret 2010 Syahril Pasaribu menjadi rektor baru menggantikan Chairuddin P Lubis yang menjadi Rektor USU selama 15 tahun.
Rektor USU yang baru, Syahril Pasaribu juga menyatakan tidak pernah melakukan komunikasi dengan Nazaruddin. Setidaknya begitu penjelasan yang diberikan Kepala Humas USU Bisru Hafi.
"Sepengetahan saya Pak Rektor tidak kenal dengan beliau (Nazaruddin)," kata Bisru.
Seperti halnya pernyataan Chairuddin P Lubis, Bisru juga menyatakan sepengetahuannya tidak ada komunikasi rektor dengan Muhammad Nazaruddin terkait pembangunan Rumah Sakit Pendidikan USU.
Sebelumnya Koran Tempo memuat percakapan Nazaruddin dan Rosalina Manulang melalui BlackBerry Messenger (BBM). Dalam percakapan antara keduanya, terpapar dua buah kode nama, Bu Artis dan Pak Bali.
Di dalam percakapan BBM Nazaruddin dan Rosalina Manulang pada 12 November 2010 itu, keduanya berbicara mengenai proyek-proyek yang mereka garap. Salah satunya mengenai proyek di Kemendiknas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"USU masak kosong, ngomong sama artis dong," kata Nazaruddin.
"Saya sudah minta ke Bu Artis dan Pak Bali. The North Sumatera University Hospital of Sumatera Utara University Project 116, 689, 796, 996," ucap Rosa.
Kedua kode nama itu mengundang tanya dan misteri. Siapa mereka, apakah kolega Nazaruddin di DPR? Nazaruddin yang ditanya melalui BlackBerry Messenger memberi keterangan. Dia tegas menyebut kode nama itu merujuk kepada rekannya di DPR.
"Artis itu Angelina Sondakh dan Bali itu Wayan Koster," kata Nazaruddin dalam pesan BBM kepada detikcom.
(rul/her)











































