Polisi Masuk ke Ponpes Umar Bin Khattab Bima, Ledakan Kembali Terjadi

Polisi Masuk ke Ponpes Umar Bin Khattab Bima, Ledakan Kembali Terjadi

- detikNews
Rabu, 13 Jul 2011 19:32 WIB
Mataram - Negosiasi aparat kepolisian dengan perantara tokoh agama dan tokoh masyarakat Bima akhirnya membuahkan hasil. Setelah menunggu 48 jam, tadi sore polisi akhirnya bisa memasuki area Ponpes Umar Bin Khattab di Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Bima, NTB. Belum ada yang ditangkap dalam penggeledahan itu, karena Ponpes dalam keadaan kosong.

M Yusrin, saksi mata di lokasi kejadian yang dihubungi detikcom Rabu (13/7/2011) petang mengatakan, area ponpes disisir dan di geledah aparat Densus 88 dan satuan Brimob.

Yusrin mengatakan, mendengar delapan kali ledakan saat penyisiran. Namun belakangan diketahui ledakan itu berasal dari bom asap yang dilepas aparat Densus 88.

Namun ledakan keras justru terjadi, setelah tim Densus 88 selesai menggelar penyisiran dan berada di titik aman, sekitar 150 meter dari area pesantren. Asap mengepul membubung ke udara, terlihat dari radius 150 meter. Belum diketahui apakah itu bom atau tidak.

Densus 88 menyisir seluruh bangunan pesantren, baik ruang kelas hingga perpustakaan. Rumah pimpinan ponpes, yang berada dalam satu kompleks pesantren juga tak luput dari penggeledahan.

Dari luar pesantren, ledakan terlihat bersumber dari kompleks perumahan para pengurus pesantren, bukan dari ruang kelas dan ruang perpustakaan. Namun saat penggeledahan, Yusrin mengaku tak melihat perlawanan dari santri di lokasi pesantren. Pesantren rupanya sudah kosong, para pemimpin pesantren juga tak terlihat.

Dalam penyisiran itu, polisi menemukan anak panah, delapan bom molotov dan satu pucuk senapan angin. Namun tak ada santri yang ditangkap.

Penjagaan saat penggeledahan sangat ketat sekali. Warga yang bermukim di dekat ponpes diminta menjauh dari area hingga radius 200 meter. Penggeledahan dipimpin langsung Kapolres Bima, AKBP Fauza Barito.

Usai penyisiran dan penggeledahan, Kapolda NTB, Brigjen Polisi Arief Wachyunadi didampingi Wakil Bupati Bima Syafruddin HM Nur, meninjau lokasi pesantren.

(her/her)


Berita Terkait