Selama satu hari ini, Rabu (13/7/2011) ada tiga kelompok yang menggelar aksi demo. Pertama, aksi mahasiswa Persatuan Perlawanan Rakyat Indonesia (PPRI). Kedua, massa gabungan dari anggota Paguyuban Dukuh se-DIY atau Semar Sembogo. Ketiga, gabungan berbagai elemen anggota Sekretariat Bersama (Sekber) Keistimewaan DIY.
Aksi ratusan massa Sekber Keistimewaan DIY baru dimulai sekitar pukul 15.00 WIB dari halaman gedung DPRD DIY di Jalan Malioboro, Yogyakarta. Selain massa Sekber Keistimewaan DIY, puluhan mahasiswa dari berbagai elemen juga bergabung menjadi satu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil sidang paripurna DPRD, seluruh kabupaten/kota se-DIY dan DPRD provinsi setuju penetapan. Ini yang akan kami perjuangkan," ungkap koordinator aksi Widihasto Wasono Putro kepada wartawan di sela-sela aksi.
Hasto mengatakan pihaknya akan melakukan aksi damai bukan anarkis. Tujuannya agar Presiden SBY maupun pemerintah pusat agar mau mendengarkan aspirasi warga Yogyakarta.
"Kita tidak akan melakukan anarkis, kita juga sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan," katanya.
Dari gedung DPRD DIY, dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, massa berjalan ke arah selatan menuju Gedung Agung di Jl Ahmad Yani. Dalam aksi itu Kapoltabes Yogyakarta Kombes Mustaqim dan Kapolda DIY Brigjen Ondang Soetarsa terus memantau jalannya aksi agar tertib. Setelah menyampaikan orasi dan membacakan tuntutannya, massa membubarkan diri sebelum pukul 17.30 WIB, atau sebelum rombongan presiden SBY kembali ke Gedung Agung dari Magelang.
Malam ini rombongan Presiden SBY masih bermalam di Gedung Agung. Keesokan harinya akan menghadiri pelantikan Prasetya Perwira (Praspa) TNI 2011 di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta.
(bgs/fay)











































