Wakil Kepala Sub Detasemen 3-B Brimob Tanjung Balai, Ipda I Wayan Danu Wijaya menyatakan sejumlah langkah telah mereka lakukan untuk mengamankan lokasi kejadian, Rabu (14/7/2011).
Sejumlah barang bukti, seperti serpihan dari ledakan mortir sudah dikumpulkan bersama beberapa barang bukti lainnya. Pasca ledakan tersebut, Brimob juga menyisir di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada bahan peledak lainnya di lokasi kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait ledakan mortir yang menyebabkan lima korban luka tersebut, Kepala Kepolisian Resor (Polres) Asahan AKBP Marzuki menyatakan, berdasarkan laporan yang diperoleh, kedua mortir tersebut dibawa salah satu pekerja, Ansyari Siagian dengan menggunakan mobil pick up Daihatsu Espass.
"Mortir itu tiba di gudang pada Selasa malam, sekitar pukul 19.00 WIB, kemudian sekitar pukul 08.00 WIB hari ini diturunkan dari mobil dan diletakkan di lantai gudang," kata Marzuki.
Seterusnya salah seorang pekerja melakukan upaya pemisahan mortir tersebut dengan menggunakan las karbit. Tindakan itulah yang memicu ledakan sehingga menjebol dinding dan atap gudang tersebut dan menyebabkan lima orang terluka, termasuk pemilik gudang.
Seperti diberitakan, ledakan itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di gudang barang bekas milik Paino (37). Gudang tersebut berada di Dusun V, Desa Binjai Serbangan, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, sekitar 180 kilometer dari Medan. Para korban luka akibat ledakan tersebut di dua rumah sakit berbeda di Kisaran, ibukota Asahan.
(rul/fay)











































