Polisi Sudah Masuk ke Pesantren Bima

Polisi Sudah Masuk ke Pesantren Bima

- detikNews
Rabu, 13 Jul 2011 18:19 WIB
Jakarta - Polisi akhirnya bisa masuk ke dalam Pesantren Umar Bin Khattab, Bima, NTB. Polisi mengamankan sejumlah bom di dalam pesantren yang ditinggal pergi para penghuninya itu.

"Iya, sudah diinformasikan dari Kapolda kalau polisi sudah masuk ke dalam Ponpes," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Bahrul Alam kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Rabu (13/7/2011).

Polisi masuk ke dalam pesantren setelah dzuhur. Polisi saat ini terus melakukan olah TKP dan menemukan sejumlah bom yang sudah dihancurkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat tiba di TKP, kami menyita beberapa bom yang sudah di-disposal," kata Anton.

Anton mengaku belum mendapatkan informasi berapa bom, atau pun senjata api dan senjata tajam yang ditemukan. Polisi menurutnya bisa masuk ke pesantren setelah dibantu dengan proses pertemuan Muspida Pemda NTB dengan para ketua ulama dan tokoh masyarakat.

"Tidak ada penambahan orang yang diamankan. Saat ini tinggal 6 orang dari 13 orang yang diamankan," jelas dia.

6 Orang ini diduga terkait dan mengetahui saat bom itu meledak. Saat polisi masuk, kondisi ponpes sudah tidak ada orang.

"Diduga mereka melarikan diri ke gunung-gunung," tutup Anton.

Bom rakitan meledak di Pondok Pesantren Umar Bin Khattab, di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin 11 Juli 2011. Ledakan terjadi di sebuah ruangan di dalam area Ponpes. Menurut polisi, bom itu ditujukan untuk polisi.

1 Orang bernama Firdaus tewas. Sumber di Mapolda NTB menyebutkan, ponpes tersebut diduga terkait dengan jaringan terorisme di Aceh. Pendiri ponpes itu, U alias Utbah alias Mujahid, saat ini masih diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

(fay/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads