Namun dalam aksi tersebut Paguyuban Dukuh yang tergabung dalam Semar Sembogo bersama elemen lainnya itu, tidak bisa bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden tengah menghadiri acara pembekalan Perwira Menengah (pamen) dan Perwira Tinggi (pati) TNI/Polri di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Rabu (13/7/2011).
Dengan dikawal aparat Poltabes Yogyakarta, rombongan menuju Gedung Agung Yogyakarta. Saat tiba di Gedung Agung, ratusan aparat TNI/Polri masih berjaga-jaga hingga sebelah selatan Pasar Beringharjo.
Perwakilan kepala dukuh yang dipimpin Sukiman Hadi Wijoyo itu ditemui staf kepresidenan dan kepala rumah tangga Gedung Agung. Saat menyerahkan surat pernyataan, rombongan tetap dikawal sejumlah anggota CPM yang bertugas menjaga istana.
Di depan teras Gedung Agung, Sukiman dan kawan-kawan yang mengenakan busana adat Jawa dan membawa bendera lambang Negari Ngayogyakarto Hadiningrat itu menyerahkan pernyataan sikapnya yang berisi hasil Kongres Rakyat Yogyakarta pada bulan Desember 2010 lalu. Isinya adalah dukungan terhadap penetapan Sultan Hamengkubuwono dan Paku Alam sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY bukan dengan pemilihan.
"Ini hanya penegasan sikap kami, bahwa kami pro penetapan bukan pemilihan. Surat pernyataan serupa ini juga sudah pernah kami serahkan ke Istana Negara pada aksi tanggal 4 Juli di Jakarta kemarin," kata Sukiman seusai aksi.
Sebelum menuju Gedung Agung kata Sukiman, pihaknya sudah menemui pimpinan DPRD DIY yang ditemui langsung Ketua DPRD Yoeke Indra Laksana. Mereka meminta dukungan agar seluruh anggota DPRD propinsi, kabupaten dan kota se-DIY untuk menyerahkan hasil keputusan sidang paripurna DPRD DIY beberapa bulan lalu yang mendukung keistimewaan DIY serta menyatakan penetapan Sultan dan Paku Alam sebagai gubernur dan wakil gubernur DIY.
"Setelah ini kami akan kembali menggelar Kongres Rakyat pada tanggal 27 Juli 2011 di Alun-alun Utara," katanya.
(bgs/fay)











































