'Blackforest' a la Kali Sentiong, Tanjung Priok

'Blackforest' a la Kali Sentiong, Tanjung Priok

- detikNews
Rabu, 13 Jul 2011 16:33 WIB
Blackforest a la Kali Sentiong, Tanjung Priok
Jakarta - Tampakan permukaan air kali Sentiong, di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara berwarna seperti sebuah kue Blackforest yang sudah basi. Hitam pekat dan menguarkan aroma busuk yang menyengat.

Di kali yang terhubung dengan Kali Item di Galur, Cempaka Putih, tidak hanya taburan sampah yang berserakan. Melainkan juga perabotan rumah tangga seperti kasur, lemari es dan kursi sofa.

"Bahkan biasanya ditemukan mayat di sini," ujar petugas penyaringan Kali Sentiong kepada detikcom di Pos Penyaringan Kali Sentiong, Sunter, Jakarta Utara, Rabu (13/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tumpukan sampah tersebut bahkan memanjang sejauh 1 kilometer dari tempat berhentinya sampah di pusat penyaringan. Bau tidak sedap akan langsung tercium dari jarak 10 meter. Di atas tumpukan sampah itu, burung gereja tampak bertengger dan mamatuk sampah untuk mencari makan.

Seorang warga, Amir (50) menyebutkan, Kali Sentiong tiap hari penuhi dengan sampah. Sedemikian penuhnya sampah, hingga air sungai sama sekali tidak terlihat.

"Sampahnya dari warga atau kiriman dari tempat lain. Saat hujan, airnya meluap ke jalan dan baunya busuk," terangnya.

Amir mengakui, sampah-sampah tersebut adalah sampah dari masyarakat yang tinggal di pinggiran kali atau orang-orang yang datang dari jauh, dan langsung membuang sampah yang banyak ke dalam Kali Sentiong.

"Kalau banyak (sampah), biasanya sampai tidak bergerak sungainya," terangnya.

Sementara itu, salah seorang operator penyaringan sampah di Kali Sentiong, Engkus (35) mengaku bahwa sampah-sampah tersebut yang terangkut akan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang. Pengerukan sampah di Kali Sentiong menunggu terjadinya pasang surut ait laut.

Kali Sentiong sendiri langsung berhubungan dengan laut setelah bertemu dengan Kali Ancol. "Per harinya kita angkat sampahnya 2 kali. Tiap sekali naik penyaringan, sampahnya bisa memenuhi 2 sampai 4 truk sampah," ujarnya.

Meski begitu, Engkus mengakui, sampah-sampah yang mengalir di Kali Sentiong tidak pernah berhenti. Dari Kali Item hingga Kali Sentiong, hanya ada satu pos penyaringan yang terletak di tempatnya yaitu di Sunter.

"Sampahnya tidak sampai mengalir ke laut karena tertahan di penyaringan," katanya.

Sayangnya, meski sampah-sampah tersebut tertahan, air yang berwarna hitam pekat dan berbau itu akan terus mengalir menuju laut.

"Air mengalir sampai jauh, akhirnya ke laut," (Bengawan Solo, Gesang)


(fiq/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads