Ibu Ani Ajak Calon Mantu Belanja Batik ke Pasar Beringharjo

Ibu Ani Ajak Calon Mantu Belanja Batik ke Pasar Beringharjo

- detikNews
Rabu, 13 Jul 2011 16:06 WIB
Ibu Ani Ajak Calon Mantu Belanja Batik ke Pasar Beringharjo
Yogyakarta - Ibu Negara Ani Yudhoyono dan calon mantunya Siti Rubi Aliya Radjasa, rupanya punya agenda khusus saat berkunjung ke Yogyakarta. Mereka berdua menyempatkan diri untuk berbelanja batik di Pasar Beringharjo, Yogyakarta.

Salah satu kain lurik yang dibeli adalah tenun lurik berwarna cokelat yang saat ini dikenal dengan nama motif "Lurik SBY". Kain lurik tersebut dibeli dengan harga sekitar Rp 2 juta.

Ibu negara bersama Aliya masuk pasar melalui pintu utama sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu (13/7/2011). Sebelum tiba di lokasi, sejumlah Paspampres bersama Komandan Kodim (Dandim) 0734 Yogyakarta Letkol (Arh) Ananta Wira dan Kapolresta Yogyakarta Kombes Mustaqim melakukan sterilisasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari pintu utama, Ani Yudhoyono langsung menuju salah satu kios toko batik Ny Sunardi. Kios batik ini memang sudah menjadi langganan lama Ibu Ani sejak mengikuti SBY bertugas menjadi Danrem di Yogyakarta. Kios Batik Ny Sunardi terletak di sisi barat sebelah utara pintu utama masuk pasar Beringharjo.

Saat rombongan tiba, sejumlah pedagang di los kain dan batik maupun para pengunjung pasar berusaha mendekat. Mereka ingin bersalaman dengan Ibu Ani Yudhoyono. Akibatnya Paspampres sempat kewalahan mengatur dan mengamankannya.

Rombongan berbelanja selama kurang lebih satu jam. Berbagai kain batik baik batik sutra, kain tenun, bahan kebaya maupun batik tulis dibeli Ibu Ani. Tota belanja Ibu Ani yakni kurang lebih Rp Rp 10 juta, termasuk kain tenun lurik motif 'luruk SBY' seharga sekitar Rp 2 juta tadi.

"Saya baru tahu kalau di sini ada yang namanya kain 'Lurik SBY'. Saya bangga karena produk-produk Indonesia saat ini semakin diminati dan digemari," kata Ibu Ani.

Usai berbelanja, di toko batik tersebut, ibu negara menuliskan sebuah pesan. Pesan tersebut bertuliskan, 'Semoga selalu sukses dalam memasarkan produk-produk dalam negeri'


(bgs/gus)


Berita Terkait