"Menurut perhitungan yang dilakukan PBB, penduduk dunia akan mencapai 7 miliar pada akhir oktober 2011," kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief dalam pembukaan Seminar dan Kampanye Dunia dengan 7 Miliar Penduduk.
Acara tersebut dibuka oleh Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (13/7/2011). Hadir dalam kesempatan ini Menko Kesra Agung Laksono, Mendagri Gamawan Fauzi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar, serta Kepala Perwakilan UNFPA Indonesia, Jose Ferraris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun 2011 ini jumlah penduduk sekitar 7 miliar, 12 tahun sebelumnya adalah 6 miliar. Jadi dalam tempo 12 tahun pertambahannya sangat besar dibandingkan zaman dulu 123 tahun," katanya.
Dijelaskan Sugiri, dari 7 miliar penduduk bumi pada Oktober mendatang, Indonesia merupakan penyumbang terbesar keempat. Menurut laporan panitia ad hoc Dewan Perancang Nasional (DPN) yang dibentuk tahun 1960, jumlah penduduk tahun 1920 mencapai 49,3 juta. Jumlah itu naik menjadi 93,6 juta atau dua kali pada tahun 1960.
"Tahun 2000 menjadi 206,2 juta jiwa, dan sekarang, 2010 ini, jumlahnya mencapai 237,6 juta atau mengikuti angka prediksi," ungkap dia.
Laju pertumbuhan penduduk di Indonesia, imbuhnya, saat ini sebesar 1,49 persen atau 3,5 juta sampai 4 juta penduduk baru setiap tahun. Angka tersebut cukup mengkhawatirkan. Belum lagi tingkat persebaran penduduk yang tidak merata. Menurut Sugiri, 50 persen lebih penduduk Indonesia berjubel di Pulau Jawa. Padahal Pulau Jawa hanya 1/6 dari luas wilayah Indonesia.
"Jadi nggak usah mengeluh kalau Jakarta macet. Itu akibat dari penduduk yang banyak. Kalau tidak mau macet ya ke Kalimantan, ke Papua. Tapi orang Jakarta kan senengnya macet. Hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, macet di Jakarta. Pergi ke Bandung, Sabtu-Minggu macet di Bandung," cetusnya.
(irw/nwk)











































