Diduga Masih Ada 15 Santri Siaga dengan Bom di Ponpes di NTB

Diduga Masih Ada 15 Santri Siaga dengan Bom di Ponpes di NTB

- detikNews
Rabu, 13 Jul 2011 12:50 WIB
Jakarta - Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) masih belum berani masuk ke Pondok Pesantren (Ponpes) Umar Bin Khattab di Bima. Polisi mendapatkan informasi dari 11 santri yang ditangkap, ada rekan mereka di dalam pesantren yang siap dengan bahan peledak.

"Ada 15 orang yang sudah siaga di dalam yang dipimpin AB. Mereka membawa 9 bom," sebut seorang perwira polisi di Mapolda NTB yang enggan disebutkan namanya, Rabu (13/7/2011).

Bukan hanya itu saja, selain bahan peledak para santri yang bertahan itu ditengarai juga memiliki sejumlah senjata api.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari rekan mereka yang ditangkap ada 5 revolver serta 2 senjata AK dan MK3," imbuh perwira itu.

Bom itu sejatinya disiapkan untuk menyerang Polsek dan Polres di Bima. Selain itu di dalam Ponpes masih ada seorang santri yang terluka karena ledakan bom.

"Santri-santri lainnya sudah melarikan diri ke gunung. Petugas masih melakukan tindakan persuasif untuk masuk ke dalam," terang perwira itu.

Terkait pengamanan di sekitar Ponpes, Kabagpenum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar menyatakan kondisi lokasi ledakan bom di Pondok Pesantren milik Umar Bin Khattab, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) masih aman terkendali. Polisi pun masih berjaga-jaga di lokasi tersebut.

"Kondisi di sana masih aman dan terkendali," kata Boy kepada detikcom di Jakarta, Rabu (13/7) pagi.

(ndr/nrl)


Berita Terkait