"Ada 15 orang yang sudah siaga di dalam yang dipimpin AB. Mereka membawa 9 bom," sebut seorang perwira polisi di Mapolda NTB yang enggan disebutkan namanya, Rabu (13/7/2011).
Bukan hanya itu saja, selain bahan peledak para santri yang bertahan itu ditengarai juga memiliki sejumlah senjata api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bom itu sejatinya disiapkan untuk menyerang Polsek dan Polres di Bima. Selain itu di dalam Ponpes masih ada seorang santri yang terluka karena ledakan bom.
"Santri-santri lainnya sudah melarikan diri ke gunung. Petugas masih melakukan tindakan persuasif untuk masuk ke dalam," terang perwira itu.
Terkait pengamanan di sekitar Ponpes, Kabagpenum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar menyatakan kondisi lokasi ledakan bom di Pondok Pesantren milik Umar Bin Khattab, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) masih aman terkendali. Polisi pun masih berjaga-jaga di lokasi tersebut.
"Kondisi di sana masih aman dan terkendali," kata Boy kepada detikcom di Jakarta, Rabu (13/7) pagi.
(ndr/nrl)











































