"Saya tidak tahu," kata Muhaimin saat ditanya tentang proyek Nazar saat ini di Kemenakertrans. Hal itu dikatakan Muhaimin usai menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri tentang libur dan cuti bersama 2012 di kantor Kementerian Koordinator dan Kesejahteraan Rakyat, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (13/7/2011).
Muhaimin juga menyatakan dia tidak kenal Nazaruddin. "Saya tidak kenal," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu kan tahun 2008 sebelum saya jadi menteri jadi saya tidak tahu," katanya.
Hal yang sama diungkapkan Menko Kesra Agung Laksono. Agung mengaku tidak kenal Nazaruddin dan proyek yang dipegangnya. "Saya tidak kenal," katanya.
Sebagai bendahara partai besar, Nazaruddin leluasa "mencari uang" di proyek pemerintahan. Apesnya, tak banyak yang dia sumbangkan ke kas partainya.
Beberapa waktu lalu, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Ahmad Mubarok mengaku, Nazaruddin mengklaim partai dan nama-nama tertentu di PD untuk mendapat proyek. Praktik tak terpuji itu baru terungkap belakangan ini setelah Nazar tersangkut kasus di KPK. Saat ini Nazar telah dipecat sebagai bendahara PD.
Nazar saat ini menjadi incaran KPK dalam dugaan korupsi proyek-proyek di Kemenakertrans, Kemendiknas, dan Kemenpora serta Kemenkes.
(nal/nrl)










































