Syukurlah, Gunung Slamet Kini Telah Berstatus Normal

Syukurlah, Gunung Slamet Kini Telah Berstatus Normal

- detikNews
Rabu, 13 Jul 2011 09:41 WIB
Jakarta - Status siaga (level III) disematkan pada Gunung Slamet pada April lalu, menyusul meningkatnya aktivitas gunung yang berlokasi di Jawa Tengah ini. Namun sejak akhir Juni, aktivitas Gunung Slamet terus menurun sehingga statusnya pun diturunkan menjadi waspada (II). Semakin tenangnya gunung ini, status normal (level I) pun diberikan.

Informasi dari www.vsi.esdm.go.id, Selasa (12/7/2011), aktivitas letusan tidak pernah terjadi lagi sejak tanggal 6 September 2009. Aktivitas kawah cenderung dicirikan hembusan asap dengan tinggi 50 hingga 500 meter.

Hembusan asap sejak awal Juni hingga Juli, tinggi hembusan asap dari Gunung Slamet cenderung menurun. Pada tanggal 1 hingga 10 Juli 2011, teramati hembusan asap dengan tinggi 50 sampai dengan 200 meter di atas puncak, berwarna putih tipis hingga putih sedang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama gunung ini berstatus waspada, kegempaan di Gunung Slamet didominasi gempa hembusan dan jumlahnya terus menurun. Misalnya saja pada 22 hingga 30 Juni 2011, terekam 418 kali gempa hembusan, 9 kali gempa vulkanik dangkal (VB), 2 kali gempa vulkanik dalam (VA), 2 kali gempa tektonik lokal (TL), dan 1 (satu) kali gempa tektonik jauh (TJ).

Sedangkan tanggal 1 hingga 10 Juli 2011, terekam 789 kali gempa hembusan, 2 kali gempa tektonik lokal (TL), dan 2 kali gempa tektonik jauh (TJ). Temperatur mata air panas Pasepuhan dan Pandansari di gunung itu juga mengalami penurunan bila dibanding sebelumnya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut, Gunung Slamet saat ini dalam masa pembentukan kubah dan berpotensi terjadinya hembusan asap atau semburan material yang jatuh di sekitar kawah aktif. Karena aktivitas yang terus menurun, per 11 Juli 2011 pukul 12.00 WIB, status gunung ini resmi diturunkan dari waspada (level II) menjadi normal (level I).

Kendati berstatus normal, namun warga diminta tidak mendekati kawah aktif Gunung Slamet. Selain itu, warga juga diimbau tidak bermalam dan berlama-lama disekitar puncak Gunung Slamet. Masyarakat di sekitar Gunung Slamet, yang berada di Kabupaten Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal, Purbalingga diharap tenang dan tetap waspada, serta tidak terpancing isu-isu tentang letusan gunung tersebut.

Pemantauan aktivitas gunung akan selalu dilakukan intensif. PVMBG menjamin akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat agar masyarakat mendapatkan informasi yang memadai.

(vit/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads