"Kondisi di sana masih aman dan terkendali," kata Boy kepada detikcom, Rabu (13/7/2011).
Sejak ledakan bom terjadi hari Senin (11/7) lalu hingga kini polisi masih terus berjaga. Para santri pun masih belum memperbolehkan polisi untuk masuk ke pondok pesantrean.
"Kepolisian setempat masih terus berjaga di sana. Kami masih mengusahakan agar polisi bisa masuk ke lokasi ledakan," ujarnya.
Seperti diketahui, ledakan tersebut menewaskan satu orang bernama Firdaus. Firdaus adalah bendahara pesantren tersebut. Jenazahnya pun sudah diambil keluarga pada hari yang sama dengan ledakan tersebut.
Belum diketahui alasan mengapa polisi dilarang masuk oleh santri pondok pesantren. Namun polisi terus mengusahakan agar pihaknya dapat memeriksa ledakan bom tersebut.
(feb/van)











































