"Kepolisian setempat masih terus berjaga di sana," ujar Kabagpenum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar kepada detikcom, Selasa (12/7/2011) malam.
Polisi yang berjaga di sana, lanjut Boy, tidak terlalu banyak. Namun ia tidak tahu berapa persisnya personil yang diterjunkan untuk berjaga di pondok pesantren tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ledakan bom itu menewaskan Firdaus, yang diidentifikasi sebagai bendahara di Ponpes itu. Jenazah Firdaus diambil langsung oleh pihak keluarga ke dalam ponpes pada hari itu juga.
Mabes Polri membenarkan adanya bom rakitan yang meledak di Pondok Pesantren milik Umar Bin Khattab, di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ledakan terjadi di sebuah ruangan di dalam area Ponpes. Bom itu ditujukan untuk polisi.
(feb/van)











































