Patrialis: Nazaruddin Sempat Mampir ke Guangzhou China

Patrialis: Nazaruddin Sempat Mampir ke Guangzhou China

- detikNews
Selasa, 12 Jul 2011 20:35 WIB
 Patrialis: Nazaruddin Sempat Mampir ke Guangzhou China
Jakarta - Menkum HAM Patrialis Akbar menuturkan mantan bendahara umum PD Muhammad Nazaruddin telah melalui sejumlah kota di Asia di tengah pelariannya. Nazaruddin sempat menginjakkan kakinya ke Guangzhou di China.

"Waktu tanggal 20 Juni itu informasinya ada di Ho Ci Minh (Vietnam). Jadi ada perjalanan ke sana ke Ghuangzhou (China), Kuala Lumpur, tapi terakhir posisi dia di mana kita nggak tahu," kata Patrialis.

Hal ini disampaikan Patrialis kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/7/2011).

Patrialis menuturkan Nazaruddin menggunakan paspor biasa selama perjalanan tersebut. Petugas imigrasi sudah diminta untuk melacak keberadaan Nazaruddin.

"Kalau menurut imigrasi dia pakai paspor biasa. Waktu pengecekan langsung disana. Jadi sudah on the spot juga di sana. Kalau berkaitan dengan itu semua pejabat negara itu punya hak untuk memiliki paspor biru maupun paspor biasa," tuturnya.

Ada kemungkinan Nazaruddin menggunakan paspor biru untuk berpindah dari satu negara ke negara lain. Namun Patrialis yakin sekali paspor tersebut telah dicabut.

"Jadi persis paspor itu, semua pejabat negara tidak bisa melarang mereka memiliki paspor biru. Jadi bukan hanya anggota dewan, semua pejabat negara, apalagi anggota dewan sangat boleh punya paspor biru itu. Paspor biru juga sudah dicabut oleh Kemenlu. Jadi dua-duanya sudah berjalan. Kemenkumhan sudah mencabut, Kemenlu juga sudah mencabut," terangnya.

Selebihnya, menurut Patrialis, polisi yang lebih tahu. Menurutnya polisi kemungkinan besar sudah tahu posisi terakhir Nazaruddin.

"Saya dengar polisi sudah tahu, jadi coba ditanya sama polisi. Sama Pak Kabareskrim. Kan tadi pagi Pak Kabareskrim sudah bilang. Kita nggak tahu tapi yang jelas presiden memang kemarin memerintahkan kepada semua jajaran lembaga penegak hukum polisi,jaksa, kemenkumham, terutama keimigrasian, supaya semuanya bergerak untuk membantu mencari di mana Nazaruddin," tandasnya.





(van/ndr)


Berita Terkait