"Harus selalu disesuaikan dengan perkembangan zaman. Jangan yang 20 tahun lalu masih dipakai," kata Boediono saat dialog di Kabupaten Lombok Timur, NTB, Selasa (12/7/2011).
Dalam kunjungan itu, Boediono juga menyaksikan penyerahan bantuan dari sejumlah Bank BUMN. Sementara itu Kementerian Pendidikan Nasional mengucurkan dana sekitar Rp 35 miliar untuk pengembangan pendidikan sekolah menengah kejuruan (SMK) di NTB.
Sebagian besar dana diberikan untuk SMK Negeri 1 Selong, Lombok Timur, untuk pengembangan SMK Rujukan. Dana yang dikucurkan untuk pembangunan gedung senilai Rp 13,9 miliar dan peralatan senilai Rp 10 miliar.
Sementara dana sekitar Rp 11,4 miliar diberikan untuk SMK di Provinsi NTB berupa 8 RKB, 1 Lab dan perpustakaan, 1 bengkel, 1 paket bantuan pengembangan kewirausahaan SMK/teaching industry, beasiswa pertanian (102 siswa), BOMM (46.976 siswa), bantuan uji kompetisi (12.461 siswa), beasiswa untuk siswa miskin (2.043 siswa).
"Bantuan awal yang kami sampaikan tadi dalam rangka menjadikan SMK model sehingga SMK-SMK yang lain di sekitar sini bisa merujuk ke sini dan kita harapkan bisa bersinergi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Internasional itu nantinya," ujar Mendiknas M Nuh.
(rdf/van)











































