βSaya marah dengan semuanya. Kalau ada kawan salah silakan katakan saja. Memang betul Ibu Andi yang pegang surat itu. Mereka (komisioner dan staf KPU) semua tahu tapi tidak mau cerita. Janganlah melindungi diri sendiri,β kata Putu dengan nada tinggi dalam RDPU Panja Mafia Pemilu dengan KPU dan Bawaslu. Rapat ini digelar di Gedung DPR, Senayan, Selasa (12/7/2011).
Surat yang dimaksud Putu itu adalah surat palsu MK bernomor 112. Surat itu berisi penjelasan MK yang pada intinya membuat Partai Hanura memperoleh satu kursi di DPR. Padahal, yang seharusnya memperoleh kursi adalah Partai Gerindra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota Panja, Budiman Sudjatmiko, pun langsung angkat bicara menanggapi pernyataan Putu. Ia menanyakan apakah sudah ada kesepakatan antara Andi Nurpati dengan KPU, agar KPU tak banyak bicara.
βMabes Polri sudah menyita semua dokumen termasuk rekaman. Penyidik pasti tahu. Forum ini tak usah menutup-nutupi,β jawab Putu atas pertanyaan Budiman.
Surat bernomor 112 itu terdapat nomor fax yang mengindikasikan dikirim melalui mesin fax. Namun penelusuran KPU tak menemukan bahwa mesin fax mereka menerima surat itu.
(adi/gun)











































