"Pers harus punya bukti," kata Ical di Wisma Bakrie, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (12/7/2011).
Ical berharap, setiap berita yang hendak diberitakan, haruslah berdasarkan bukti yang cukup. Jangan sampai berita tersebut merugikan pihak lain, apalagi hingga pencemaran nama baik.
"Begitu terjadi pencemaran nama baik, kemudian dikoreksi, itu jadi tidak berarti lagi," lanjut Ical.
Ical kemudian bercerita mengenai tudingan dia bertemu dengan Gayus Tambunan. Sebelum ada klarifikasi dari Gayus, Ical merasa dirinya diserang habis-habisan oleh pers.
"Tapi Gayus sendiri bilang nggak ketemu saya, belakangan tapi, tapi sebelumnya dihajar terus tapi saya lawan terus," paparnya.
Ical sendiri enggan mengomentari lebih jauh mengenai pidato SBY. Dia yakin, SBY memiliki pandangan khusus dalam pidatonya kemarin.
"Mungkin tentunya SBY punya pandangan lain dengan apa yang dimaksudkan itu," tandasnya.
(mok/mad)











































