"Saat ini sistem total reward bagi karyawan Garuda telah sesuai dengan harga pasar (close to market)," kata Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia Pujobroto dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (12/7/2011).
Pujo mengatakan, para karyawan Garuda selain mendapatkan penghasilan, juga mendapatkan berbagai manfaat lainnya seperti asuransi kesehatan, uang masa kerja, uang pensiun, dan lain-lain. Para penerbang yang bekerja secara sementara memang tidak bisa disamakan dengan pegawai tetap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pujo menjelaskan Garuda sebenarnya tengah mengembangkan armadanya menuju tahun 2015. Jumlah armada Garuda akan mencapai 154 pesawat. Karena itu, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Garuda merekrut sejumlah penerbang baru dari sekolah penerbang PLP Curug dan Bali International Flight Academy.
Namun, mengingat para penerbang baru ini masih memerlukan pendidikan lanjutan sebelum mengoperasikan pesawat, maka Garuda harus merekrut penerbang asing yang sudah siap mengoperasikan pesawat.
"Untuk memenuhi kebutuhan penerbang, sejalan dengan kedatangan pesawat baru, Garuda telah melaksanakan kerjasama dan merekrut penerbang baru," jelasnya.
Garuda sebenarnya sangat terpaksa merekrut para penerbang asing. Perekrutan ini dilakukan hanya untuk sementara. "Para penerbang tersebut hanya akan bekerja di Garuda secara temporary atau sementara," sambung Pujo.
Manajemen Garuda Indonesia sudah pernah melakukan pertemuan dengan APG tanggal 28 Juni. Rencananya akan ada pertemuan lanjutan para Rabu (13/7) mendatang untuk membahas hal yang sama.
(gus/vit)











































