"Itu tidak baik, harus diingatkan," kata Marzuki usai menjadi keynote speaker Seminar Otonomi Daerah Pendidikan Mendorong Peningkatan Daya Saing Bangsa pada Era Globalisasi di kampus IKIP PGRI, Jalan Sidodadi Timur, Selasa (12/7/2011).
Marzuki tak menyebut nama yang kerap saling serang di media. Ia hanya mengatakan mereka sudah diingatkan. "Baru kalau benar-benar melanggar, bisa diberi sanksi oleh ketum (DPP)," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marzuki juga meminta media proporsional, tidak menambah runyam masalah di internal Partai Demokrat. Isu-isu terkait Nazaruddin memang menarik, tapi bukan berarti pantas dieksploitasi sehingga menyebabkan kader PD terpancing.
"Kami menghormati kebebasan pers, tapi jangan menghakimi. Misalnya, karena Nazaruddin, seolah-olah Partai Demokrat sarang koruptor," katanya.
Marzuki berharap semua pihak menghormati proses hukum dan tidak membuat pernyataan yang tidak perlu. Partai Demokrat tidak akan mengintervensi penegak hukum, sehingga dipastikan proses hukum terhadap kader Demokrat atau yang lain, tidak akan terganggu.
(try/ndr)










































