Tanggapi Kasus Nazaruddin, SBY Dinilai Buang-buang Energi

Tanggapi Kasus Nazaruddin, SBY Dinilai Buang-buang Energi

- detikNews
Selasa, 12 Jul 2011 11:43 WIB
Tanggapi Kasus Nazaruddin, SBY Dinilai Buang-buang Energi
Jakarta - Pidato SBY yang mengomentari kasus internal partainya dinilai hanya buang-buang energi. Menurut Wakil Ketua DPR Pramono Anung, meskipun saat menyampaikan pidato di kediamannya di Cikeas, Bogor, SBY menempatkan diri sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, namun jabatan sebagai seorang presiden tetap melekat pada dirinya.

"Ini karena sebagai presiden dan saya melihat dalam tiga bulan terakhir ini energi kita terlalu banyak terbuang untuk hal-hal yang tidak produktif. Salah satunya persoalan yang menyangkut Nazaruddin," ujar Pramono kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/7/2011).

Padahal, menurut Pramono, saat ini momentum pertumbuhan ekonomi bangsa ini sedang baik. Cadangan devisa saat ini juga sedang baik, namun momentum ini tidak dimanfaatkan secara baik oleh bangsa Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak ingin mengomentari persoalan internal partai karena itu tidak etis. Tetapi untuk membangun demokrasi dan politik tentunya saya mendorong Pak SBY untuk hal yang berkaitan dengan Nazar sudah tak perlu ditanggapi lagi oleh beliau," saran Pram.

Menurutnya apa yang saat ini menerpa Partai Demokrat juga dialami oleh partai lainnya. Namun setiap partai mempunyai mekanisme penyelesaian masing-masing.

"Harapan saya secara pribadi semoga ini segera diselesaikan. Sebab kalau tidak yang dikhawatirkan itu energi Pak SBY akan termakan untuk mengurusi hal-hal seperti itu. Itu yang saya anggap tidak produktif, yang akhirnya beban risikonya dampaknya tidak hanya semata-mata di internal Demokrat tetapi juga bangsa karena beliau sebagai kepala negara," terangnya

Masa pemerintahan kedua SBY tinggal 3 tahun lagi. Pram pun berharap SBY konsentrasi untuk meletakkan sebuah momentum dasar bagi kehidupan demokrasi dan sekaligus ekonomi yang lebih baik untuk bangsa ini.

"Kalau kemudian lebih banyak untuk mengurusi hal-hal kecil begitu, ya akhirnya energinya terbuang dan itu kasihan rakyat," tutur politisi senior PDIP ini.

"Maka saya lihat Pak SBY matanya sudah hampir hitam, itu kan menunjukkan tingkat keresahan dan kegundahan hatinya yang berlebihan. Sudahlah beliau karena dipilih rakyat, mengurus rakyat yang paling utama," imbuh Pram.


(her/vit)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads