Pukat UGM: Tak Hanya PD, Semua Partai Harus Perbaiki Sistem Rekrutmen

Pukat UGM: Tak Hanya PD, Semua Partai Harus Perbaiki Sistem Rekrutmen

- detikNews
Selasa, 12 Jul 2011 10:32 WIB
Pukat UGM: Tak Hanya PD, Semua Partai Harus Perbaiki Sistem Rekrutmen
Jakarta - Kisruh di tubuh Partai Demokrat (PD) gara-gara Nazaruddin menggambarkan wajah partai di Indonesia. Ini pelajaran bagi semua partai agar memperbaiki sistem rekrutmen sehingga tidak asal comot kader.

"Bukan Demokrat saja, wajah Demokrat ya wajah partai. Partai lain juga banyak (kader yang korupsi) seperti PDIP, Partai Golkar, dan PKS juga ada kader yang bermasalah," kata Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM Zainal Arifin Mochtar kepada detikcom, Selasa (12/7/2011).

Zaenal berpendapat semua partai seharusnya memperbaiki sistem rekrutmen yang salah. Partai selama ini mengambil orang jadi, seperti artis dan pengusaha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini menunjukkan pragmatisme partai. Tiba-tiba mereka (kalangan artis dan pengusaha) dicomot. Jangan-jangan ada AD/ART partai tidak dibaca," ujar Zaenal.

Zaenal menilai partai jarang mengambil aktivis yang berasal dari bawah. "Aktivis dari ranting, cabang, lalu naik ke wilayah dan DPP. Mereka memiliki politik yang bagus, konsolidasi partai juga tinggi dibanding yang tiba-tiba dicomot," papar Zaenal.

Ia mengatakan partai masih tidak mengutamakan integritas. "Sepanjang diminati publik yang diambil menjadi kader. Padahal belum tentu bisa berpolitik dan bebas korupsi," kata dia.

Ke depan, menurut Zaenal, perlu ada perbaikan melalui UU dan mengharapkan dukungan masyarakat agar tidak memilih partai yang korup.

Zaenal juga menyoroti pidato Presiden SBY yang menyudutkan Pers terkait kisruh di partainya.

"Buruk muka cermin dibelah. Ada pers tidak berimbang iya, pengamat yang tidak berimbang iya, komentator yang tidak berimbang dan menyudutkan iya. Tetapi jangan dikesampingkan dan pukul rata. Salah kalau mengeluhkan itu sebab kemampuan partai dan negara untuk membangun orang lebih baik," papar dia.

Dikatakan dia, seharusnya masalah internal ini diselesaikan dengan perbaikan metode pemberian sanksi bagi kader yang bersalah.

"Kalau PD bermain-main dengan Nazaruddin kemarin, terkesan izin ke Singapura itu yang membuat publik bertanya-tanya, tidak seimbang dan ini harus dijawab. Saat dipecat dari bendahara, Nazaruddin belum berstatus apa-apa, tetapi banyak yang disebut seperti Anggie (Angelina Sondakh-Red). Ini membuat kaget dan bingung," kata Zaenal.

Selain itu, komunikasi di internal partai harus diperbaiki. "Kalau ada SMS saling tuding kan ada 2 suara. Ini ada komunikasi yang tidak beres," ujarnya.


(aan/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini