"Saya minta maaf mengeluarkan pernyataan seperti ini. Saya lebih ingin curahkan perhatian dan pemikiran saya untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari dan upaya pembagunan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujar SBY.
Pidato itu dia sampaikan di kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor, Senin (11/7/2011). Selain jajaran elite PD, juga hadir tiga staf khusus kepresidenan termasuk Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha.
"Saya terpaksa mengeluarkan penyataan seperti ini, sebab saya lihat politik di negeri ini sudah jauh menyimpang dari kepatutan dan etika," sambung SBY.
Sebelumnya, SBY memaparkan empat dinamika politik menyangkut PD yang dinilainya menyimpang dari kepatutan. Semuanya bersumber dari penolakan mantan bendahara umum DPP PD, M Nazaruddin, hadir ke KPK untuk ikuti proses hukum kasus dugaan suap Wisma Atlet SEA Games 2011.
Yaitu gencarnya pemberitaan negatif tentang PD dengan nara sumber yang tidak terkonfirmasi dalam 2 bulan terakhir. Seperti upaya dari Ketum DPP PD Anas Urbaningrum menggulingkan SBY dari Ketua Dewan Pembina PD.
Menurut SBY, kabar itu adalah upaya adu domba terhadap elite politisi PD. Demikian pula dengan isu KLB untuk menggusur Anas Urbaningrum sebagai Ketum DPP PD.
"Menghadapi aksi memecahbelah demikian, saya harap kader PD tetap sabat dan tawakal. Jangan teradu domba. Jangan mau dipecah belah dalam acara talk show apapun atau jadi obyek berita oleh kalangan pers yang sengaja menghadapkan satu sama lain," wanti SBY.
Isu lain yang juga memprihatinkan adalah aksi penyebaran isu bahwa kader PD yang korupsi, pasti lolos dari jeratan hukum. Masyarakat yang mendapatkan kabar yang demikian agar menkonfirmasikan langsung ke KPK, Polri, Kejaksaan dan PPATK.
"Silahkan cek dan konfirmasikan langsung. Ini penting agar negara kita tidak jadi ajang fitnah, desas desus dan penyebaran kabar bohong. Kami siap menghadapi dan melayani dengan baik-baik," tegas SBY.
(lh/irw)











































