Hal itu disampaikan oleh Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Den Haag Umar Hadi dalam bincang-bincang dengan detikcom seusai perhelatan peragaan busana oleh perancang Ramli di Wisma Duta, Wassenaar (8/7/2011).
Karya-karya Ramli mengetengahkan rancangan-rancangan bordir berpadu dengan bahan batik dalam bingkai tema Indonesian Beauty: Ramli’s 35 years of Fashion Experience.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Umar merasa gembira bisa menjadi tuan rumah perhelatan karya-karya Ramli, perancang top spesialis bordir dan batik, dalam tournya keliling beberapa negara Eropa.
"Sebab bordir dan batik sejak dulu sebelum kemerdekaan juga sangat digemari oleh orang-orang Belanda dan selera mereka ikut memperkaya disain, terutama batik Pekalongan yang terbuka menyerap pengaruh Belanda," papar Umar.
Peragaan busana Ramli mendapat perhatian luas dari kalangan pejabat kerajaan dan Kementerian Luarnegeri Belanda, pengusaha, perancang mode Belanda dan media, juga sahabat-sahabat Ramli. Sebuah grup band Maluku ikut memeriahkan acara ini.
Ramli yang bernama lengkap Ramli Sarwi Gozali Kartowidjojo (61), selain diperkuat model-model muda, juga model-model yang populer di Negeri Belanda di era generasinya seperti Rima Melati, Enny Soekamto, dan Dian Tanjung. Bahkan Mien R. Uno (70), tokoh pendidikan yang masih tetap cantik, ikut berlenggak-lenggok elegan membawakan beberapa koleksi Ramli.
"Dua generasi ini sekaligus simbol persahabatan Indonesia-Belanda yang akan tetap terpelihara dari generasi ke generasi, baik antar-masyarakatnya maupun antar-pemerintahnya," demikian Umar.
(es/es)











































